Gay-Lesbian-Homosexual Adalah Bawaan Lahir?

0

Assalamu’alaikum

Berikut adalah sebuah tulisan yang sangat menarik bagaimana kaum LGBT di States (US) sudah sangat mengakar dan akan mencoba segala cara untuk meletigimasi keberadaan mereka yang berasal dari Tuhan or given, menerkam siapapun yang membahayakan eksistensi mereka, dan mendiskreditkan segala bentuk ilmiah yang berlawanan dengan tujuan mereka.

Begitu gencarnya mereka untuk memperjuangkan aspirasinya, sehingga jangan dikira bahwa mencapai UU Pernikahan Sejenis adalah puncak tujuan mereka.

Akhirul kalam selamat membaca, semoga membawa manfaat bagi kita semua, insyaallah, barakallahu fiik
Wassalamu’alaikum

debat mengenai LGBT di Indonesia belumlah apa-apa dibandingkan di AS.. 
ibaratnya, yang di Indonesia itu barulah level 1.. level ecek-ecek, sedangkan debat di AS sudah level 5, dan kaum pendukung LGBT sepertinya sedang memanfaatkan keterbukaan pemerintahan Obama untuk terus menggoalkan agenda mereka.. 
apakah dengan disahkannya UU Nikah Sejenis tahun lalu berarti perjuangan kaum LGBT AS sudah selesai?.. belum.. bahkan bisa dikatakan masih jauh.. 
agenda2 selanjutnya dari kaum LGBT AS bisa dikatakan sangat terkait dengan dunia sains..dan sayangnya itu termasuk upaya untuk memanipulasi sains dan memberangus kebebasan saintis (ilmuwan) dalam mengungkapkan hasil penelitiannya.. 
***
upaya kaum LGBT AS yang paling keras adalah untuk membuktikan bahwa gay bersifat genetik.. namun, hingga hari ini, belum ada ditemukan bukti tentang gen yang bisa menyebabkan gay.. bahkan sebuah studi terhadap kembar identik yang memiliki struktur gen sama (satu adalah gay, satu normal) justru membuktikan bahwa gay muncul akibat pengaruh lingkungan .. 
***
karena belum berhasil dengan teori gen, kaum ilmuwan pendukung gay kemudian menggunakan teori tentang struktur otak dari bidang neurologi untuk membuktikan bahwa gay adalah sesuatu yang ‘given’.. .. 
seperti yang dikutip oleh dr Ryu Hasan dari Univ Airlangga yang berceramah tentang hal ini beberapa kali di Freedom Institute, LBH Jakarta dan komunitas SEJUK, ada hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa struktur otak gay disebabkan adanya satu proses yang khusus saat janin berada dalam kandungan.. sehingga akhirnya janin lahir dengan membawa bakat gay.. 
lebih jauh dr Ryu juga bicara tentang sifat kromosom dewasa ini yang tidak bisa dikatakan 100 % membawa sifat laki2 atau perempuan .. XX belum berarti itu perempuan dan YY belum berarti laki2.. 
sejauh ini belum ada ilmuwan di Indonesia yang punya energi cukup untuk membuat counter pendapat tentang teori gay sebagai bawaan lahir tersebut.. tapi kalau kita cukup rajin mengulik internet, bisa didapat hasil2 penelitian dalam bentuk pdf dari ilmuwan2 AS dan dunia yang mendukung teori bahwa gay diakibatkan pengaruh lingkungan.. 
***
kali ini akan saya kutip sebuah link yang menceritakan tentang hasil penelitian pada tahun 2003 oleh Dr Robert Spitzer, profesor di bidang psikiatri dari Universitas Columbia, AS, yang melibatkan sekitar 200 responden “ex gay” .. yaitu mereka yang berhasil mengubah orientasi seksualnya dari gay menjadi hetero.. 
menurut Spitzer, upaya mengubah orientasi seksual dimungkinkan dan akan berhasil jika gay memiliki motivasi yang tinggi (highly motivated)
http://abcnews.go.com/Health/Sex/story?id=117465&page=1 
sebelum Spitzer merilis hasil penelitiannya tersebut di jurnal asosiasi psikiater AS, kritik sudah muncul menghantam kesimpulan penelitian tersebut, dan sebagian besar berasal dari kolega Spitzer sendiri di Columbia University.. kalangan psikiater gelisah karena mereka sudah terlanjur menempatkan gay/homoseksual di luar daftar penyimpangan seksual/kelainan mental/ mental disorder.. 
dan siapakah Spitzer?.. ia adalah psikiater yang di awal tahun 1970-an mendorong agar gay/homoseksual dikeluarkan dari daftar tersebut.. 
***
nasib hasil penelitian Spitzer cukup tragis, karena seolah dihilangkan dari internet.. para lawannya sering mengutip Spitzer, namun tanpa menampilkan hasil penelitiannya secara lengkap.. 
Spitzer kemudian juga dipaksa untuk mengubah sikap dan membuat surat pernyataan yang intinya menyatakan bahwa hasil penelitiannya mengandung cacat dan kekurangan .. 
hingga meninggalnya Spitzer pada hari Natal tahun 2015 lalu, masih tidak jelas bagaimana nasib makalah risetnya tersebut.. 
namun, banyak kalangan yang sempat membaca dan mengikuti perdebatan tentang penelitian Spitzer tersebut, ikut menanggapi dan mendukung hasil penelitiannya.. 
contohnya seorang kolumnis AS yang memiliki rentang pergaulan yang sangat luas.. dengan mudah ia menunjukkan bukti bahwa kalangan gay di AS cukup banyak yang beralih ke kehidupan hetero (menikah) dan sebaliknya ada yang tadinya hetero kemudian menjadi gay.. 
http://www.nationalreview.com/article/204921/gays-can-go-straight-deroy-murdock 
namun kalangan pendukung LGBT mengeritik keras istilah “choice/choose—-> pilihan/memilih” pada saat seseorang beralih dari hetero menjadi gay.. contohnya aktris Cathy Nixon yang semula menikah dengan pria kemudian mmilih hidup dengan sesama perempuan.. kalangan pendukung LGBT menuduh Cathy yang menggunakan istilah “memilih” sebagai “terperangkap pada jebakan kelompok sayap kanan (kelompok agama dan kelompok pro-keluarga) ”
***
jadi, semua arus pemikiran, meskipun itu ilmiah, yang mengatakan bahwa gay akibat pengaruh lingkungan dianggap tidak valid oleh kelompok pendukung LGBT.. 
mereka saat ini sedang berusaha keras mencari pembenaran dari bidang genetika (terkait struktur gen) dan neurologi (struktur otak), yang sayangnya sampai saat ini hasil penelitian di bidang itu belum ada yang gemanya cukup kuat.. 
malahan hasil penelitian yang mengungkap banyaknya kasus homoseksual terjadi akibat pelecehan seksual di masa anak2 makin bertambah jumlahnya.. 
mengapa kaum LGBT berjuang keras untuk menyatakan bahwa gay adalah sesuatu yang “given”.. tujuannya adalah agar secara politis mereka bisa menuntut agar segala bentuk upaya pemulihan (conversion therapy/CT/ reparative therapy) itu DILARANG oleh pemerintah AS.. 
hasil penelitian Spitzer adalah tentang upaya pemulihan gay yang sukses karena responden termasuk gay yg highly motivated untuk berubah.. artinya bahwa CT adalah sesuatu yang ilmiah dan terbukti berhasil.. 
namun hal ini ditentang keras oleh kaum LGBT yang berpendapat bahwa CT adalah upaya yang tidak ilmiah dan sangat berbahaya, karena menimbulkan dampak depresi bagi para gay.. hari2 ini mereka sedang berjuang keras agar CT dinyatakan dilarang.. 
http://www.slate.com/blogs/outward/2015/04/20/can_gays_and_bis_turn_straight_what_the_evidence_says_about_ex_gay_therapy.html 
para pendukung LGBT AS mengidentifikasi bahwa musuh2 mereka berasal dari kalangan agama dan kelompok pro-keluarga yaitu :
The American Family Association

The Center for Reclaiming America

Minnesota Family Council

The Christian Coalition

Concerned Women for America

Family Research Council,

The National Campaign to Protect Marriage

Focus on the Family
https://www.outfront.org/library/exgay/facts 
bahkan kelompok LGBT mengklaim bahwa banyak organisasi terkemuka tidak mendukung program2 yang terkait “ex-gay” (mereka yg sukses beralih menjadi hetero), antara lain: 
American Psychiatric Association

American Psychological Association

American Medical Association

American Academy of Pediatrics

American Association of School Administrators

American Federation of Teachers

The Interfaith Alliance Foundation

National Academy of Social Workers

National Education Association

American Counseling Association

World Health Organization

Council on Child and Adolescent Health
untungnya Spitzer tidak sendiri.. seorang koleganya dari Columbia University yaitu Joseph Nicolosi juga melakukan penelitian yang sama dan hasil yang sama, bahwa CT sangat ilmiah dan potensi keberhasilannya cukup tinggi.. 
tentu saja Nicolosi kemudian jadi sasaran serangan kaum pendukung LGBT .. namun, tidak seperti Spitzer yang kemudian menganulir hasil penelitiannya sendiri, Nicolosi bangkit dan melawan.. dia berkeras bahwa CT sangat ilmiah dan relevan.. 
Nicolosi membuat pembelaannya di sini:
http://www.josephnicolosi.com/what-is-reparative-therapy-exa/ 
entah sampai berapa lama Nicolosi akan bertahan sendirian, sementara makin banyak negara bagian di AS yang setuju dengan kelompok LGBT untuk melarang dilakukannya CT .. 
http://www.huffingtonpost.com/news/gay-conversion-therapy-ban/
jadi, yang namanya Conversion Therapy (upaya pemulihan gay menjadi hetero) meskipun dilakukan berdasar kaidah2 ilmiah, profesional dan atas kesukarelaan gay yang terlibat, tetap dilarang, atas nama hak asasi.. 
ilmiah namun dilarang?… kedengaran ironis, ya..

Sumber asli disini

Reward Chart

0

Bismillah,

Alhamdulillah, setelah mggu lalu hampir tiap malam berkutat ngerjain Reward Chart,

image

akhirnya seminggu ini udh perdana dipake 😁 finally! Walopun standar gitu2 aja penampakannya, tp puas bgt alhamdulillah .. Terlebih ngeliat Kaka n Abang jg ga ketinggalan si Aleena jd semangat banyak2an ngumpulin si “Smile” 💓

Sempet bingung mikirin tempelan utk poinnya pake apa, tadinya mau pake stamp lucu yg di cap’in ke sticker bulet2 merk tom&jerry itu, eh pas ke toko buku dkt rumah nemu sticker 🙂 ini, jadilah sticker ini yg dijadiin “poin” .. Malah jd lbh terlihat menyenangkan dan bikin anak2 semangat ngoleksinya ..

image

Untuk tabel tasks’nya berhubung menyesuaikan board blacknya yg ga terlalu besar, dibikin hanya beberapa tasks yg mmg perlu di”genjot” aja, krn poin smile ini mmg diperuntukkan utk nntinya ditukar dgn rewards jadi dibagian yg anak2 butuh dikasih stimulus Bibu taro di dalam Reward Chart ini.

Contohnya “Morning Shower” , harinya sekolah aja disuruh mandi kudu kejar2an dulu, nah ini homeschooling, kejar2annya br kelar sore keknya 😅😷Jadi penting bgt ni ditaro di Reward Chart. Tapii poin smile hanya dikasih kalo mandi paginya ga lbh dr jam 7 pagi ..

Berikut daftar Tasks yg Bibu taro di Board Reward Chart : 🏡📚
– Morning Shower
– P.E (Physical Education aka Olahraga) / Sunbathing
– Dhuha Prayer
– Quran Remembrance
– Islamic Education
– Nap
– Today’s Study
– Worksheets/Workbooks
– Tahsin/Tahfidz
– Brush Teeth
– Before Sleep Activity

Olahraga bisa diganti sama Sunbathing, khususnya kalo Bibu lg repot bin males ngajarin senam etc 😋 biasanya Kaka Abang inisiatif sndiri ambil bangku n buku duduk ditaman dpn rumah, pnh jg kmrn main catur beduaan, kqkq

image

Shalat Dhuha shalat sunnah yg Bibu berharap anak2 biasakan diri mereka mengerjakannya setiap hari, krn banyak barakah didalamnya insyaa Allah

Quran Remembrance, baca quran tilawah bergantian dgn nulis Mushafku (buku utk belajar nulis surat2 al quran dlm bhs arab, beli di AQL Islamic  Center’nya Ustdz Bachtiar Nasir) sambil dibaca arti suratnya

Islamic Edu, pelajaran ttg Dien yg sesuai Quran dan Assunah tentunya, ini salahsatu muatan yg sulit didapat di sekolahan umum kebanyakan, even sekolah yg berembel Sekolah Dasar Islam Terpadu tuntunan shalatnya ada bbrapa yg ga sesuai tuntunan shalat Rasulullah. Yg plg common bgt, mslh niat shalat 😅 Salahsatu yg bikin excited sejak Fathima HS, Bibu bs meng”arsitek”an pelajaran yg msk kedalam otaknya ..

Nap/Tidur siang, nah kalo nyuruh mandi pagi sesi kejar2an ronde 1, nyuruh tidur siang ini ronde 2nya 😑 ya Allah ya Rabbana, klo disuruh tidur siang bikin emosi jiwak, apalagi si Abang “Abang ga suka tidur siang! Ga berguna, ga bs ngapa2in!” Berhubung tidur siang salahsatu sunnah Rasulullah saw jg, jd satu hal ini kudu dimasukin ke board juga

Today’s Study, tema pelajaran hari itu berdasarkan Lesson Plans yg (sedang) Bibu buat. Bibu lg coba buat tematik jd bisa berhubungan sm tema Islamic Education dihari yg sama. Biidznillah, lmayan menyita waktu dan tenaga tnyata bikin kurikulum, apalagi ditemani 1 bayi yg imut2 😩

Worksheets/Workbook, sesi latihan buat anak2 rangkuman dr pelajaran hari itu

Tahfidz/Tahsin, perbaikan bacaan quran (padahal Bibunya jg blm bener jg bacaannya 😅) bergantian dgn hafalan surat2, ini subhanallah ya, mmg bnr kata2 bijak yg blg “mengajarkan adalah cara terbaik utk belajar” semenjak nemenin anak2 hafalan surat2 Bibu otomatis jd bertambah jg hafalannya 😉alhamdulillah

Brush Teeth, nah ini ronde terakhirnya sesi kejar2an 😅

Before Sleep Activity, kalo lg ga cape Bibu suka cerita2 ttg apa aja sblm waktu tidur sm anak2, ya cerita jaman Bibu kecil, ceritain masa kecil anak2, apa aja bisa jd bahasan, klo udh asik ngedengerin suka pada maunya lgsg tidur, ga mau wudhu n “mandi ayat” spt yg Rasulullah contohin baca Ayat Kursi, dan 3 surat Qul, jd wajib distimulasi sm smileeeee ..

Reward Chart ini pas buat anak tipe Kinestetis yg aktif ga bisa diem 😅 Dengan adanya Reward Chart mereka terpacu buat mengerjakan task hari itu utk ngedapetin yg mereka mau. Konsekwensinya, Ibu sbg pendidik harus komitmen sama task dan reward yg dibuat.

NOTE : Shalat wajib 5 waktu ga Bibu masukkan ke dalam board krn tanpa Bibu ksh reward, anak2 wajib kerjakan :mrgreen: tentunya Bibu bantu ingatkan. Mandi sore juga ga Bibu masukin, krn kalo ga mandi sore, ga bebersih sblm tidur otomatis ga boleh bobo bareng Bibu, kqkq

Original Source, here

Asia’s Larget Educational Kids’ Fair

0

image

Minggu 24 Januari 2016

Bismillah,

Alhamdulilah kesampean jg Bibu n Ayah ajak anak2 ke acara Smart Kids Asia di hari terakhirnya. Cukup rame acaranya, tp ga penuh sesak, malah enak jd ga full bgt didalem dan bs santai liat2 booth2 yg ada 😄

Sayangnya lbh banyak booth jualan mainan2, walo ga sdkt jg yg jual mainan edukasi. Bibu berharap bisa dpt banyak info ttg kegiatan2/les2 yg mengasah minat anak.

Alhamdulillah tadi ada bbrapa booth kegiatan/kursus anak yg cukup menarik. Tapi dr bbrapa tadi, hanya 1 yg lokasinya dkt rumah. Globa/Art namanya. Mengasah bakat dan minat anak di bidang Craft2an. Fathima ni yg excited bgt, klo Muhammad lbh ke arah robotic kayana. Sementara Aleena msh jd follower, apa aja yg Kaka n Abangnya pilih, dia ikutin 😅

Lagi bergambar di booth Globa/Art

image

Globa/Art ini ada banyak cabangnya, yg terdekat dari rumah yg di Jl.Pemuda, Rawamangun, dkt Labschool katanya. Belum pernah engeh sih sm tempatnya yg mana.

image

image

☝ Beberapa kegiatan2 di Globa/Art yg bisa diikuti, sesuai bakat dan minat anak 👇

image

Biaya Course’nya td katanya kalo lgsg daftar di booth FREE Registration, kalo ke tmpt kursusnya lgsg Biaya Pendaftaram IDR 500k, Kursusnya IDR 1.350k/3 bulan. Jadwal kursus 1 minggu sekali. Enaknya jam kegiatannya bisa jam brp aja. Jadi kaya KUMON gitu ya. Anak bisa dtg kpn aja dia mau, menyesuaikan waktu dgn kegiatan lain diluar kursus. Lumayan worth it sih ya, berarti dpt 12x pertemuan.

Selain itu ada juga kursus Robotic, td sempat mampir ke booth’nya pas nanya lokasi lgsg mundur teratur, di Pesanggrahan Jakarta Barat, jauh benerrr, hehe ..

Muhammad main lego di booth Emco

image

Yak terakhir sebelum pulang, foto dulu buat kenang2an 🙂

image

See you next event Smart Kids Asia, insyaa Allah 👧👦🙆👶

Original Source, here

How Many Smile(s) You got this Week?

0

Bismillah,

…… Bikin board utk Reward Chart sebenernya ga lama, yg lama itu mikirnya 😅Apa aja yg mau ditaro ke dalam chart, dan reward apa yg “fair” buat dikasih ke anak2. Yg  pastinya bisa jadi stimulus dan penyemangat mereka buat ngumpulin poin2nya.

Sebelum bikin daftar reward, Bibu sempet ajak diskusi Fathima n Muhammad, (Aleena 4.5thn, ga diikut sertakan dlm diskusi krn selalu berakhir nangis2 klo ga sesuai sm yg dia mau 😫) hal pertama yg keucap sama Fathima n Muhammad “main iPad!!!”. Duh, udh sejak lama sebenernya Bibu n Ayah memutuskan utk ga kasih iPad ke mereka, selain lbh banyak mudharatnya drpada manfaatnya, juga biar memacu Bibu n Ayah adain kegiatan dirumah/visiting some places, weekend khususnya.

Game favorit mereka sbnrnya cuma Game Minecraft aja, tp bbrapa kali coba gugling ada byk pro kontra ttg game ini, khususnya masalah addictive yg ditimbulkan. Banyak anak2 yg ketagihan main Minecraft dan kehilangan masa kecil mereka yg seharusnya lbh byk digunakan mengeksplore hal2 baru. Dan ga sedikit orgtua yg frustasi menghadapi anak2nya yg kecanduan game ini. Sejak itu iPad dirumah dipengsiunkan dini.

Minecraft Videos – Why they are so addictive?

Jadi supaya musyawarah mencapai mufakat, menghindari kekecewaan anak2, reward iPad dimasukkan ke dlm Chart dgn syarat mainnya ga lbh dr 2jam. Dan warga yg bermusyawarah pun bersorak bergembira 🙄

image

Dari Reward Chart yg kmrn dibuat, ada 11 tasks setiap harinya, dan Bibu bikin hanya hari Senin-Jumat aja, berhubung boardnya ga cukup pulak, biarlah toh Sabtu Minggu FREE TIME’nya mereka 🙂 Nah, jadi kalo Senin-Jumat semua tasks dikerjakan, ada 55 Point Smiles setiap anak.

Jadi kalo anak2 bisa ngumpulin semua point, Rewardnys PLUS PLUS BONUS  🎉🎊🎁 Kalo kurang dari itu, point2nya bs dituker pake :

image

Hehehehe …

Sejujurnya, point nuker sama “TOY”nya ini yg PR bgt 😅 Alhamdulillah klo mmg 3 anak jd terpacu utk ngumpulin point supaya bs dituker mainan, tp klo tiap minggu hrs nyiapin mainan, lumayan jg ini uang belanja bulanan ilangnya, 3 x 4minggu = 12 mainan tiap bulan 😝

Tapi alhamdulillah, kmrn Bibu dpt info dari salah seorang sahabat, beli mainan di ASEMKA ternyata harganya murrah2 bingit, mainan Lego2an yg dikotak kecil2 biasa dijual di bazar2 IDR 15k – 35k, di ASEMKA IDR 65k – 70k dapet SELUSIN ceunahhh 😮

Siplah, uang belanja amaaan terkendali 😅

Dan weekend kmrn pertama kalinya anak2 redeem point smile mereka, Fathima terkumpul 20 Smiles, Muhammad 24 Smiles, Aleena 14 Smiles, berhubung Aleena msh sekolah di Kindergarten, jadi klo dia ga bolos sekolah, tasks HSnya (Quranic Remembrance, Islamic Edu, Today’s Study & Worksheet/book) Bibu ksh point Smile 😁

Dari konsep Reward Chart yg dibuat sebenernya yg paling sulit itu disiplin dlm ksh Reward ke anak. Kaya kmrn, dgn point smiles yg mereka punya, mereka cm bs main games/nonton aja. Tp berhubung kmrn ke Asia Smart Kids Fair yg dimana sepanjang mata memandang yg ada booth2 mainan, jadilah si Ayah ga konsisten, ngebeliin mainan. Hiks …

Krn, konsep berfikir anak2 yg msh sederhana metode “Reward&Punishment” itu perlu dijalani dgn istiqomah kalo mau apa yg kita orgtua terapin bs berjalan spt yg kt mau ..

PR buat Bibu n Ayah supaya lbh “tega” .. Biidznillah ❤

Source here

Memilih Ahok atau Mengikuti Perintah Allah

0

  
Assalamu’alaikum Wr Wb

Ngeliat kondisi geopolitik yang ada di Indonesia saat ini, sebenarnya saya ingin menulis sesuatu yang dapat melegakan dan (mungkin) dapat bermanfaat bagi kita semua, eh tapi mengingat saya juga harus melihat kapasitas diri, jadi yah udin tawaquf(menahan diri) he..he..he..tp masyaallah alhamdulillah ada seseorang diluar sana yang berpikiran sama dengan saya dan tulisannya bagus dan renyah sekali untuk dipahami..mumpung inget, saya tidak menganut keyakinan bahwa Gubernur atau suatu posisi di Indo itu adalah Unyil Amri, jadi sharing disini adalah bentuk kerjasama dari saya terhadap temen2 yg berbeda pendapat dari apa yang saya yakini  

 ^^, nah biar gk jd boring,  saya co paste disini dg menyertakan sumber asli dari FBnya sendiri, silahkan dinikmati ya teman2 yang Muslim ^^—————————–

PENDAPAT SAYA TENTANG MEMILIH PEMIMPIN NON-MUSLIM

Bukan untuk diperdebatkan yah. Kalo setuju silakan like atau share, kalo nggak setuju, mangga punya pendapat sendiri. Soalnya nggak ada tombol dislike atau unshare sih.

Penting untuk dicermati, tidak ada niat setitikpun tuk membuat konflik dengan saudara kami yang berbeda agama, hanya mencoba sesantun mungkin menyampaikan pemahaman saya mengenai salah satu kaidah penting memilih pemimpin dalam ajaran Islam.

Belakangan banyak terjadi perbedaan pendapat soal dukung mendukung pemimpin non-muslim, yaitu sejak Ahok menggantikan Jokowi sebagai Gubernur di Jakarta, dan terutama lagi sejak Ahok berencana untuk melanjutkan jabatan Gubernurnya untuk periode kedua, di tengah munculnya calon-calon pemimpin muslim sebagai calon Gubernur Jakarta.

Ini pendapat saya pribadi soal masalah ini, sekali lagi pemahaman pribadi lho. Bukan cuma tentang Ahok aja, tapi di setiap tempat dan segala masa saat bagaimana seorang muslim bersikap ketika calon-calon pemimpinnya ada yang beragama Islam, tapi ada juga yang non-muslim. Kalo mau tau silakan terus baca, kalo nggak mau tau, ya ngapain buka-buka wall saya yah. Jadi bingung eke.

PRINSIP DASAR:

Seorang muslim dalam lingkungan yang mayoritas muslim (beda yah kalo ia tinggal di Amerika misalnya) tidak boleh memilih, mendukung, atau memberikan loyalitasnya kepada calon pemimpin non-muslim. Dasarnya jelas kok, bukan pendapat saya lho, tapi yang nyuruh langsung Yang Maha Tahu kok, jadi jangan ngerasa sok lebih tahu deh. Trus kalo baca ayat-ayat di bawah, jangan ngerasa cuma baca Qur’an aja, tapi bacanya kayak lagi baca Surat Keputusan (SK) dari Bos Besar soal masalah yang super penting. Oke?

Allah SWT memberikan instruksi kepada hamba-hambanya yang mengaku beriman melalui Al-Qur’an yang terjaga dari kesalahan sampai akhir jaman:

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali/pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).” (Ali-Imran 28)

(Oh iya. Kalo dipakai istilah kafir di dalam Quran, jangan terlalu sensi yah, atau merasa istilahnya terlalu vulgar, nggak toleran, dsb. Yang dimaksud orang Kafir di sini adalah orang-orang yang mengingkari, artinya menolak nilai-nilai yang dibawa Islam, Quran, dan Rasulullah; as simple as that. Dia bisa aja berakhlak mulia, mungkin jauh lebih banyak berbuat baik dibanding teman-teman muslimnya. So, sekali lagi, jangan sensi yah. Cuma sekedar diferensiasi kok. Yang mukmin artinya percaya, yang kafir artinya nggak percaya).

Nggak cuma di satu ayat aja lho. Di ayat lain Allah SWT juga memberi instruksi serupa dengan redaksi yang sedikit berbeda:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin bagimu; sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al Maidah 51)

Dua ayat masih kurang? Nih satu lagi yah. Kalo masih kurang juga kebangetan dah.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali/pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?” (An Nisa 144)

Faktanya, masih banyak ayat-ayat lain yang senada, misalnya Al Maidah 57, At-Taubah 23, dan An-Nisa 139; yang menunjukkan betapa pentingnya masalah yang diangkat ini.

Syaikh Yusuf Qardhawi, “Kita selayaknya mengetahui apa yang sangat dipedulikan oleh al-Qur’an dan sering diulang-ulang di dalam surat dan ayat-ayatnya, dan apa pula yang ditegaskan dalam perintah dan larangannya. Itulah yang harus diprioritaskan, didahulukan, dan diberi perhatian oleh pemikiran, tingkah laku, penilaian, dan penghargaan kita.”

Buat prinsip dasar, tiga ayat cukup kayaknya yah. 

Jadi prinsip dasarnya jelas; sebagai seorang muslim, Allah SWT jelas-jelas melarang kita memilih pemimpin non-muslim. Larangannya bukan sekedar larangan biasa; buat yang masih ngotot Allah memberikan ancaman yang nggak kepalang tanggung:

1. Nggak akan dapat pertolongan Allah

2. Nggak akan dapat petunjuk Allah

3. Termasuk golongan yang zalim

4. Memberi alasan yang nyata buat mendapat siksa Allah.

Oke, prinsip dasar udah jelas. Tinggal masalah yang timbul sama kontroversinya.

KONTROVERSI KE-1:

Gimana kalo pemimpin yang non-muslim lebih jujur, lebih kompeten, pokoknya lebih segala-galanya dibandingkan pemimpin yang muslim? Mendingan pemimpin non-muslim tapi jujur daripada pemimpin muslim tapi korup kan?

Jawaban saya:

Pertama. Kalo setuju pendapat di atas, berarti mustinya Allah SWT ngasih pengecualian dalam perintah di atas. Misalnya jadi begini: “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Kecuali bila pemimpin dari golongan yang non-muslim itu lebih OKE dibandingkan pemimpin dari orang-orang mukmin.” 

Tapi Allah Yang Maha Tahu nggak ngasih kekecualian kan? 

Atau Allah Yang Maha Kuasa lupa kali yah bahwa mungkin aja ada para calon pemimpin non-muslim yang lebih berkualitas dibanding para kompetitor muslimnya, dan berarti Allah mengabaikan prinsip kompetensi dalam memilih pemimpin? Atau kita menganggap Allah Yang Maha Bijaksana sebenarnya kurang bijak dalam masalah ini, dalam masalah memilih pemimpin non-muslim? Jangan ah, kayaknya malah jadi sok bijak dan sok tahu deh. 

Perlu diingat juga, kita cuma bisa mengkaji hikmah larangan Allah sebatas otak kita aja. Sebenarnya, di balik setiap perintah dan di balik setiap larangan-Nya, ada hikmah yang jauh lebih luas di luar jangkauan ilmu kita.

“Ketahuilah! Sesungguhnya Allah jualah yang menguasai segala yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kamu berada padanya dan pada hari umat manusia kembali kepadaNya, maka Dia akan menerangkan kepada mereka segala yang mereka kerjakan, kerana sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan tiap tiap sesuatu.” (An-Nuur 64)

Kedua. Tahu dari mana bahwa calon pemimpin yang non-muslim lebih segala-galanya dibandingkan calon pemimpin yang muslim? Wake up Bro, wake up Sis, di era super pencitraan hari gini masih percaya sama media main-stream. Nggak belajar apa sama kejadian kemaren? Kejadian kemaren yang mana? Ah, pura-pura nggak tahu lagi. Intinya: kadang yang kita tahu soal kelebihan dan kekurangan para calon pemimpin cuma superfisial aja kok, banyak dipoles atau dijatuhkan sama media karena berbagai konflik kepentingan. 

Tapi kan susah juga buat tahu sebenar-benarnya soal kualitas calon-calon pemimpin. Namanya juga manusia milih pemimpin manusia, pasti banyak kekurangan lah. Harap dimaklum. 

Eh, tapi sebenernya ada lho yang tau banget soal kualitas masing-masing pemimpin. Siapa tuh? Ya, itu Dia yang bikin ayat-ayat di atas. Makanya nurut!

Ketiga. Oke deh, anggap aja ente tahu segala-galanya soal calon-calon pemimpin ente, yang muslim maupun yang muslim. Anggap aja bahwa calon pemimpin non-muslim yang ada sekarang lebih segala-galanya dibandingkan calon pemimpin yang muslim. Terus gimana dong? Pendapat saya sih gini. Kekuatan dan kelebihan yang ada di sisi manusia itu sumbernya dari Allah juga. Soal pemimpin dan kelebihan dan kekuatan yang dimilikinya, Allah SWT mengingatkan:

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah” (An Nisa: 139)

Dalam tafsir Fi-Zhilalil Quran, mengenai ayat ini ada ungkapan yang lumayan pas. Saya kutip yah, “Allah Azza wa Jalla bertanya dengan nada ingkar, “Mengapa mereka menjadikan orang-orang kafir sebagai teman dan pelindung? Mengapa mereka menempatkan diri mereka dalam posisi seperti ini dan bersikap seperti ini? Apakah mereka mencari kemuliaan dan kekuatan di sisi orang-orang kafir itu?” Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla yang memonopoli semua kekuatan itu. Karena itu, tidak akan mendapatkan kekuatan tersebut kecuali orang yang setia kepada-Nya, mencari kekuatan itu di sisi-Nya, dan berlindung di bawah naungan-Nya.”

Jadi, kelebihan yang dimiliki seorang pemimpin tidaklah akan ada artinya bila orang tersebut tidak setia kepada-Nya dan berlindung di bawah naungan-Nya. Gimana mau setia, gimana mau minta perlindungan, wong percaya aja kagak.
KONTROVERSI KE-2:

Udah deh Ndi, jangan suka shuudzan. Hati orang siapa tahu sih? Mungkin aja dalam hatinya Ahok ternyata lebih mulia, punya niat memajukan syiar Islam di ibukota, malah mungkin lebih menyayangi kaum muslim di Jakarta dibanding para calon pemimpin yang ngaku-ngaku muslim, yang niatnya mungkin cuma memperkaya diri. Jangan sok tahu hati orang ah!

Jawaban saya:

Hati orang siapa yang tahu sih? Nggak ada yang tahu emang. Yang tahu cuma yang Maha Tahu sih, yang jauh dari kebetulan ngasih petunjuk tentang hati para pemimpin non-muslim lewat firman-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan kebencian yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (Ali ‘Imran 118)

KONTROVERSI KE-3:
Itu kan cuma teori doang. Dalam prakteknya, mana ada pemimpin besar Islam yang membeda-bedakan jabatan berdasarkan agamanya. Yang penting kan kompetensinya? Iya nggak? 

Jawaban saya:

Nggak juga sih. Ibnu Katsir menukil sebuah riwayat dari Umar bin Khathab, “Bahwasanya Umar bin Khathab memerintahkan Abu Musa Al Asy’ari agar pencatatan pengeluaran dan pemasukan Pemerintah dilakukan oleh satu orang. Abu Musa memiliki seorang juru tulis yang beragama Nasrani. Abu Musa pun mengangkatnya untuk mengerjakan tugas tadi. Umar bin Khathab pun kagum dengan hasil pekerjaannya. Ia berkata: ‘Hasil kerja orang ini bagus, bisakah orang ini didatangkan dari Syam untuk membacakan laporan-laporan di depan kami?’. Abu Musa menjawab: ‘Ia tidak bisa masuk ke tanah Haram’. Umar bertanya: ‘Kenapa? Apa karena ia junub?’. Abu Musa menjawab: ‘bukan, karena ia seorang Nasrani’. Umar pun menegurku dengan keras dan memukul pahaku dan berkata: ‘Pecatlah dia!’. Umar lalu membacakan ayat: ‘Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim‘” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/132).

Heran yah Umar bin Khattab. Nggak toleran banget gitu loh!

KONTROVERSI KE-4:

Ya ampun Ndi, hari gini, masih ngebedain pemimpin berdasarkan agama yang dianutnya. Toleransi dikit napa?

Jawaban saya:

Kayaknya wajar yah, semua penganut agama yang sholeh dan taat pasti lebih suka memilih pemimpin yang seiman dan seagama. Jadi wajar kalo saudara kita yang beragama Kristen lebih memilih Ahok dibanding Sandiaga Uno atau Adhyaksa Daut misalnya. Saya mengerti 200%. Dan saya nggak menuduh mereka nggak toleran karena memilih calon pemimpin yang seiman. Yang saya nggak ngerti tuh kalo Facebook Friend saya yang seiman dan seislam mati-matian mendukung dan mengkampanyekan Ahok di atas para calon pemimpin lainnya yang beragama Islam. Padahal  dalam berbagai ayat di atas. Kagak ngarti gw mah. Jadi masalah milih pemimpin sih bukan masalah toleransi yah.

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Al-An’am 116)

KONTROVERSI KE-5:

Dari tadi argumentasinya dari Quran melulu. Sekarang kan jaman demokrasi, internet, era globalisasi, nggak ada argumentasi yang lebih luas dan bisa diterima sama semua orang apa? Emang semua orang setuju sama ayat-ayat Quran?

Jawaban saya:

Makanya, di awal juga saya udah bilang, ini kan pendapat saya, boleh setuju, boleh nggak. Dan buat saya, dalam masalah yang maha penting seperti ini, masalah calon pemimpin yang bakal menentukan hayat hidup orang banyak, masalah yang bakal menentukan apakah syiar Islam bisa berkembang atau direpresi, kayaknya Quran udah lebih dari cukup yah. 

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (An-Nahl 89)

Malahan cuma Quran yang bisa ngasih panduan biar saya nggak akan menyesali pilihan saya, di dunia maupun di akhirat.

“Dan janganlah engkau mengikuti apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya. Sesungguhnya pendengaran dan penglihatan serta hati, semua anggota-anggota itu akan ditanya tentang apa yang dilakukannya.” (Al-Israa 36)

Masa kalo dalam masalah sholat, qurban, puasa, dan lainnya kita berpedoman sama Quran, tapi kalo masalah politik, memilih pemimpin, ekonomi dan masalah lainnya kita nggak mau pake pedoman yang sama.

“Adakah kamu beriman dengan sebahagian Kitab dan ingkar dengan sebahagian yang lain? (Al-Baqarah 85)
KONTROVERSI KE-6:

Ngapain juga sih Ndi, ngebahas masalah yang sensitif kayak gini. Mendingan kan posting yang lucu-lucu, yang damai-damai, yang nggak kontroversial. Apa udah ngerasa paling ngerti soal tafsir Quran? Tujuannya apaan sih?
Jawaban saya:

“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (Huud 88)
KONTROVERSI KE-7:

Terserah lah. Pokoknya apapun yang elo tulis, nggak akan ngerubah pendapat gua soal masalah ini. Apapun yang terjadi, gua tetep dukung Ahok, karena pastinya lebih kompeten…
“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (taufiq) kepada siapa yang dikehendaki-Nya.” (Al-Baqarah 272)
KESIMPULAN SINGKAT:

Jadi, kalo di lingkungan yang mayoritas muslim, wajar kok kalo kita lebih mengutamakan calon pemimpin yang beragama Islam di atas calon pemimpin non-muslim. Bukannya karena sang pemimpin non-muslim itu tidak kompeten, tidak berkualitas, atau tidak jujur dsb. It’s absolutely had nothing to do with it. Sederhana aja kok, kenapa kita tidak memilih pemimpin non-muslim? Kenapa kok sholat Shubuh harus dua rakaat? Kenapa Zakat Fitrah kok 2,5 liter? Kenapa kok harus naik Haji segala? Karena Allah menginstruksikan hal itu. Period.

“Maka demi Tuhanmu, mereka pada hakikatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An Nisaa’ 65) 

Dan soal prinsip yang utama seperti ini, nggak perlu lah sampai menimbulkan friksi sama temen-temen yang berbeda agama, apalagi sama temen-temen yang seiman dan seislam. Tinggal dipelajari aja. Kalo setuju, tinggal dilaksanakan. Kalo nggak setuju, ya silakan juga.

Tapi gimana dong Ndi, gua udah kepalang ngefans sama Ahok nih? 

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(Al Baqarah 216)

Udah ah. Alhamdulillah, sekarang udah plong. Terima kasih Facebook…
—————————–

Sumber Asli

Adab Menasihati Dalam Islam

0

Adab menasihati

Bismillah wa alhamdulillah, shalatu wassallam ‘ala asrofil anbiya wal mursalin, nabiyyina muhammad shallallahu ‘alaihi wassallam

Kekhilafan dalam kehidupan sehari-hari adalah hal yang wajar, bukanlah manusia bila tidak khilaf, karena kita ini manusia yang dhaif (lemah)..yang pasti ada salahnya, ada kekurangannya dan ada ketidakmampuannya

Apakah itu diri kita, teman kita, keluarga kita, bahkan guru kita. Namun apakah kita akan mendiamkan mereka berbuat khilaf? Tidak bukan, krn selain perintah dr Allah, kita jg mempunyai rasa sedih akan sesama Muslim..tidak sedih kah karib kerabat kita berbuat maksiat yg mendzalimi diri mereka sendiri..

Tetapi pertanyaannya disini, apakah kita akan menasihati mereka? Bagaimanakah caranya yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam? Karena bagaimanapun kita patut mengingat bahwa Allah lah satu2nya Dzat yg faham mahluk yg diciptakanNya, sehingga hanya melalui risalah Nya yg diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam lah yg pastinya tokcer..

Agama ini adalah nasihat

عَنْ أَبِيْ رُقَيَّةَ تَمِيْمِ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ
الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ
قَالُوْا : لِمَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟
قَالأَ : لِلَّهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُوْلِهِ، وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ
أَوْ لِلمُؤْمِنِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ
Dari Abi Ruqayyah, Tamim bin Aus ad-Dâri radhiyallâhu’anhu,
dari Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bahwasanya beliau bersabda:
“Agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat”.
Mereka (para sahabat) bertanya, ”Untuk siapa, wahai Rasûlullâh?”
Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam menjawab,
”Untuk Allâh, Kitab-Nya, Rasul-Nya, Imam kaum Muslimin atau Mukminin,
dan bagi kaum Muslimin pada umumnya.”(HR Muslim)

Kata “nasihat” berasal dari bahasa Arab. Diambil dari kata kerja “nashaha” (نَصَحَ), yang maknanya “khalasha” (خَلَصَ). Yaitu murni serta bersih dari segala kotoran. Bisa juga bermakna “khâtha” (خَاطَ), yaitu menjahit. [Lisânul-Arab (XIV/158-159)

Imam al-Khaththabi rahimahullâh menjelaskan arti kata “nashaha”, sebagaimana dinukil oleh Imam an- Nawawi rahimahullâh :
“Dikatakan bahwa “nashaha” diambil dari “nashahar-rajulu tsaubahu” (نَصَحَ الرَّجُلُ ثَوْبَهُ) apabila dia menjahitnya. Maka mereka mengumpamakan perbuatan penasihat yang selalu menginginkan kebaikan orang yang dinasihatinya, dengan usaha seseorang memperbaiki pakaiannya yang robek.”(Syarh Shahih Muslim, An Nawawi)

“Nasihat hukumnya ada dua. Yang pertama wajib, dan yang kedua sunnah. Adapun nasihat yang wajib untuk Allâh. Yaitu perhatian yang sangat dari pemberi nasihat untuk mengikuti semua yang Allâh cintai, dengan melaksanakan kewajiban, dan dengan menjauhi semua yang Allâh haramkan. Sedangkan nasihat yang sunnah, adalah dengan mendahulukan perbuatan yang dicintai Allâh daripada perbuatan yang dicintai oleh dirinya sendiri. Yang demikian itu, bila dua hal dihadapkan pada diri seseorang, yang pertama untuk kepentingan dirinya sendiri dan yang lain untuk Rabb-nya, maka dia memulai mengerjakan sesuatu untuk Rabb-nya terlebih dahulu dan menunda semua yang diperuntukkan bagi dirinya sendiri.”

Beberapa adab dalam menasihati:

1. Berniat baik dan Ikhlas lillahi ta’ala
Memberikan nasihat hanya mengharapkan ridha Allah
–> bukan krn ingin dipuji ingin terkenal dllnya

2. Tidak mencelanya dan tidak mencari kesalahan2nya
–> kita Muslim hanya WAJIB melihat dr yg Zahir (terlihat) saja
Kalau Zahirnya seseorang itu suka mengumpat, caci maki, ya itulah Zahirnya.

Abdullah bin Umar RA menyampaikan hadits yang sama, ia berkata, “suatu hari Rasulullah SAW naik ke atas mimbar, lalu menyeru dengan suara yang tinggi: “Wahai sekalian orang yang mengaku berislam dengan lisannya dan iman itu belum sampai ke dalam hatinya. Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, janganlah menjelekkan mereka, jangan mencari cari aurat mereka. Karena orang yang suka mencari cari aurat saudaranya sesama muslim, Allah akan mencari cari auratnya. Dan siapa yang dicari cari auratnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walau ia berada di tengah tempat tinggalnya.”” (HR. At Tirmidzi no. 2032, HR. Ahmad 4/420. 421, 424 dan Abu Dawud no. 4880. Hadits shahih)

Kita simak perkataan ulama berikut, “Aku tidak pernah menyesali apa yang tidak aku ucapkan, namun aku sering sekali menyesali perkataan yang aku ucapkan. Ketahuilah, lisan yang nista lebih membahayakan pemiliknya daripada membahayakan orang lain yang menjadi korbannya” (mengutip perkataan, Dr. Aidh Bin Abdullah Al-Qarni, MA.).

3. Jangan menghibahnya
Tahukah kalian apa itu ghibah?” Jawab para sahabat: “Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Maka kata Nabi SAW: “Engkau membicarakan saudaramu tentang apa yang tidak disukainya.” Kata para sahabat: “Bagaimana jika pada diri saudara kami itu benar ada hal yang dibicarakan itu?” Jawab Nabi SAW: “Jika apa yang kamu bicarakan benar-benar ada padanya maka kamu telah mengghibah-nya, dan jika apa yang kamu bicarakan tidak ada padanya maka kamu telah membuat kedustaan atasnya.”(HR Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935)

4. Lemah lembut

Allah SWT berfirman: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka.” (Qs Ali lmran:3:159).

Firman Allah SWT. ”Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Firaun) dengan kata-kata yang lembut,
mudah-mudahan dia sadar atau
takut.” (QS Thaha:44).
—> Kalau sama Fir’aun yg sudah mengatakan ana rabbukum a’la (akulah tuhan kamu yang maha Tinggi) saja Nabi Musa Alaihissallam WAJIB lembut, apalagi dg sesama Muslim??

Lihat lah amaran (warning) dari Rasulullah Shallalallahu ‘alaihi wassallam berikut ini…

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda: “Siapa yang terhalang dari sifat lemah lembut, maka ia terhalang dari kebaikan” (Hr. Muslim).

“Sesungguhnya kelemahlembutan tidaklah berada dalam sesuatu kecuali menghiasinya. Dan tidaklah terpisah dari sesuatu kecuali ia perburuk.” (HR. Muslim)

Kita simak perkataan ulama berikut, “Aku tidak pernah menyesali apa yang tidak aku ucapkan, namun aku sering sekali menyesali perkataan yang aku ucapkan. Ketahuilah, lisan yang nista lebih membahayakan pemiliknya daripada membahayakan orang lain yang menjadi korbannya” (mengutip perkataan, Dr. Aidh Bin Abdullah Al-Qarni, MA.).

Coba kita tafakkuri hari ini…

Sbelum kita berinteraksi dg mahluq Allah lainnya

Sudahkah kita bersikap lemah lembut? Apalagi dg sesama Muslim..

4. Mengerjakan apa yg dinasihati

”Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah
dibenci di sisi Allah jika kamu
mengatakan apa-apa yang tidak
kamu kerjakan.” (QS ash Shaff: 2-3).

5. Secara sembunyi2

Jagalah hati dan perasaannya sewaktu menasehati, karena siapapun tidak ingin dikritik/dinasehati didepan umum

Imam Abu Hatim bin Hibban Al Busti rahimahumullahberkata: “Namun nasehat tidaklah wajib diberikan kecuali dengan cara rahasia. Karena orang yang menasehati saudaranya secara terang-terangan pada sejatinya ia telah memperburuknya (keadaan penerima nasehat). Barangsiapa yang memberinasehat secara rahasia, maka dia telah menghiasinya. Maka menyampaikan sesuatu kepada seseorang muslim dengan cara menghiasinya, lebih utama daripada bermaksud untuk memburukkannya”. (Raudhatul Uqala’, hlm 196)

Nasihat diberikan secara rahasia, sedangkan celaan disampaikan secara terang-terangan. Fudhail bin ‘Iyadh rahimahumullah berkata: “Seorang mukmin menjaga rahasia dan memberi nasihat. Seorang fajir membongkar rahasia dan mencela”.(Al Farqu Baynan Nashiah Wat Ta’yir)

Perkataan Fudhail bin Iyad dibenarkan dan diperkuat oleh perkataan Ibnu Rajab:

“Apa yang diucapkan oleh Fudhail ini merupakan tanda-tanda nasihat. Sesungguhnya nasihat digandeng dengan rahasia. Sedangkan celaan digandeng dengan terang-terangan.” (Al Farqu Baynan Nashiah Wat Ta’yir)

6. Moment yang tepat

Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata:

“Hati itu memiliki rasa suka dan keterbukaan. Hati juga memiliki kemalasan dan penolakan. Maka raihlah ketika ia suka dan menerima. Dan tinggalkanlah ia ketika ia malas dan menolak.” (Al –Adab Asy-Syar’iyyah, karya Ibnu Muflih)

7. Sabar dalam menasehati

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

Dan PERINTAHKANLAH kepada keluargamu mendirikan shalat dan BERSABARLAH kamu dalam mengerjakannya.

(Thaa-Haa: 132)

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. al-’Ashr: 3).

Wallahu a’lam
Hadiah bagi pembaca: silahkan didownload buku tentang adab oleh Dr. Adian Husaini di sini ^^

Mudahnya Mengatakan Bid’ah

0

Assalamu’alaikum

Masyaallah udah lama juga saya tidak menulis. Mudah-mudahan tulisan ini dapat membuka pikiran kita semua ya, untuk tidak mudah dan serta merta membid’ahkan orang lain.

Bismillah wal hamdulillah..Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah kepada junjungan umat Islam, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan orang-orang yang menjunjung tinggi sunnahnya sampai akhir zaman..amma ba’du

Sekarang ini lucu ya, banyak sekali yang belum mempunyai kapasitas namun sudah dapat tampil di televisi sebagai narasumber/presenter yang membawakan pesan-pesan agama, apa iya boleh? Walaupun sudah lama mendalami agama, saya kira lebih elok bila yang membawakan pesan-pesan agama adalah orang yang memang capable dibidangnya. Tujuannya baik kok menurut saya, agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kekeliruan dalam referensi ataupun tidak lengkapnya informasi yang disampaikan. Saya kira walaupun menjadi presenter maupun tidak, kita semua ada tanggung jawabnya kepada Allah SWT atas apa yang kita sampaikan bukan?

Terlepas dari hal itu, sebaiknya kita doakan tokoh selebriti yang sudah hijrah tersebut untuk istiqamah dan meneruskan perjalanannya dalam menimba ilmu agama Islam, karena bagaimanapun juga, peran para tokoh tersebut dalam dakwah Islam juga signifikan, dengan kapasitasnya sebagai publik figur dan kearifannya, mudah-mudahan banyak orang yang dapat terbawa kebaikan-kebaikan Islam.

Sebenarnya menarik untuk dibahas kenapa bisa sampai banyak masyarakat mem-bully Teuku Wisnu pada acara Trans7 itu (Linknya saya berikan ni – Video Youtube Teuku Wisnu dan Zaskia Adya Mecca membicarakan tentang Bid’ah). Sebenarnya topic yang diulas oleh acara Trans7 ‘Berita Islami Masa Kini’ dengan Tema “Mengirimkan Al-Fatihah untuk orang yang sudah tiada” sebenarnya bagus. Saya pun cenderung meyakini bahwa kiriman surat Fatiha dll kepada mayit itu tidak sampai karena tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan hal ini sebenarnya masuk ke ranah khilafiyah bainal ulama (Perselisihan para ulama). Namun hal ini tidak respond dengan elok oleh para masyarakat yang meyakini hal sebaliknya (Yaitu meyakini sampainya pahala bacaan tersebut ke mayit). Bahkan comment2nya sudah tidak sopan dan terkesan menghakimi sepenuhnya itu adalah kesalahan Teuku Wisnu (sampai-sampai ada yang mengatakan/mencap Teuku Wisnu adalah Wahabi), padahal kalau dilihat videonya sebenarnya yang mengatakan bid’ah itu bukan Teuku Wisnu, tetapi Zaskia Adya Mecca, namun apa mau dikata, sudah kejadian. Alhamdulillah Teuku Wisnu legowo dengan kearifannya sanggup untuk meminta maaf kepada khalayak ramai.

Nah sebenarnya gimana sih perkaranya kok bisa sampai rame begini, emangnya ini perkara penting ya? Sejujurnya ini bukan perkara penting, karena seperti telah ditulis diatas, ini perkara khilafiyah, kalau readers mau tau lebih lanjut silahkan di tengok hukum menghadiahkan al fatiha atau semisalnya kepada mayit disini dan disini, yang kalau mau jujur adalah ada yang membolehkan n mengatakan itu sampai dan ada juga yang mengatakan tidak boleh n tidak sampai. Sampai disini saya mau mengajak readers untuk legowo bahwa apa yang diperselisihkan oleh para ulama ini adalah bukan urusan Ushul (Pokok) agama tetapi urusan Furu’ (Cabang) sehingga tidak perlu digembar gemborkan, terutama ini adalah masalah Ijtihad yg telah lumrah bahwa Rasulullah pernah menerangkan mengenai Ijtihad

Dari ‘Amru bin Al-‘Aash radliyallaahu ‘anhu: Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا حَكَمَ الْحَاكِمُ فَاجْتَهَدَ فَأَصَابَ فَلَهُ أَجْرَانِ، وَإِذَا حَكَمَ فَاجْتَهَدَ فَأَخْطَأَ فَلَهُ أَجْرٌ وَاحِدٌ.

“Apabila seorang hakim menghukumi satu perkara, lalu berijtihad dan benar, baginya dua pahala. Dan apabila ia menghukumi satu perkara, lalu berijtihad dan keliru, baginya satu pahala”. (HR. Bukhari 7352 & Muslim 4584)

Nah kalau Rasulullah Sallam saja dengan tegas mengatakan Ijtihad itu kalau benar dua pahala dan kalau salah satu pahala, lalu masa kita ini saling menghakimi Ijtihad para ulama yang berbeda pendapat? Siapa kitee gitu kan? he..he..he..Ada yang menulis cukup bagus dalam blognya “Teuku Wisnu, Wahabi dan Khilafiyah Karet” yang pada intinya sang penulis menyarankan kalau masyarakat itu harus objective, kalau acara tersebut secara tidak langsung menyatakan hadiah surat al Fatiha itu kepada mayit adalah urusan Khilafiyah maka harus legowo dong sama Teuku Wisnu, kok urusan Khilafiyah jadi pada hina menghina gitu. Saya setuju banget dengan sang penulis, tapi kalau dicermati lagi, banyak dukungan yang mengalir kepada Teuku Wisnu atas urusan ini sebenarnya tidak mencerminkan pokok permasalahan “KENAPA” sampai banyak orang antipati serta apriori terhadap kata-kata Bid’ah yang dikaitkan dengan tradisi kaum Nahdlyin(NU) itu, sampai-sampai KPI menurunkan teguran kepada Trans7 atas peristiwa tersebut (Link beritanya disini).

Sebelum kita masuk ke inti permasalahan kenapa banyak yang marah (salah sasaran sebenarnya) kepada Teuku Wisnu tersebut, saya ingin kita berpikir kok bisa yah banyak orang sampai segitu apriorinya dan langsung mencap “Wahabi” ke Teuku Wisnu. Kalau kita mau cermati, sebenarnya kekesalan banyak orang itu bukan ke Teuku Wisnu, tetapi kepada “salah satu” kelompok yang dikenal dengan “Salafi” atau orang-orang mengenalnya sebagai “Wahabi”. Sebelum ada yang tersinggung dengan penamaan “Salafi” ini biar saya coba jelaskan dulu, bahwa ada sebagian dari kelompok ini yang memang menamakan dirinya Salafiyyun (Salafi) dan ada yang tidak bersedia untuk dinamakan (Salafi), namun untuk kemudahan dalam berdiskusi, kita sebut saja (Salafi). Nah inilah akar permasalahan sebenarnya yang menjadi inti kekesalan banyak orang, karena “Salafi” itu terkenal sejak dahulu mudah sekali mengatakan “Bid’ah” kepada masyarakat yang tidak sejalan dengan pemikiran mereka. Padahal seringkali mereka mudah sekali membid’ahkan sesuatu yang masih masuk ke ranah Khilafiyah..dan walaupun secara pemikiran yang mereka yakini adalah betul (Bid’ah) tetapi tidaklah elok dikemukakan diruang publik, apalagi sampai menghakimi..mereka-mereka ini yang dikit-dikit membid’ahkan sesuatu..

Kira-kira begini ni karakternya mereka (Salafi)

– Ilmu didahulukan daripada adab
– Belajar hanya pada kelompoknya (padahal kebenaran ada di al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman para salafush shalih, bukan pada kelompok)
– Keras dengan sodara seiman tapi banci pada pemerintah (baca: gk ada kritis2nya)
– Gk mau terima kalau suatu masalah masih ada perbedaan diantara para ulama
– Mau masuk surga sendiri (gue kutip dr salah satu alumni Universitas Madinah yg terkenal bgt xixi)
– Semua salah kecuali mereka
– Taunya Imam Al Bani Rahimahullah adalah no 1, yg lain itu salah
– Ngaku pengikut Salafush shalih tapi fanatik buta sama ulama kekinian
– Mudah ngevonis orang 

Kalau mau tahu lebih lanjut mengenai “Salafi” ini mungkin ada baiknya kita menonton video dari Ust Anung dan ulasan bedah bukunya disini.

Kelompok inilah (Baca: Salafi) inilah yang mudah sekali membid’ah2kan sesuatu (padahal masih Khilafiyah), seperti:

  • Salaman setelah Shalat Bid’ah (baca penjelasan yang objective yah..disini)
  • Mengusap wajah setelah berdo’a adalah Bid’ah (Baca penjelasan yang objective..disini dan ini)
  • Maulid Nabi (Kecuali Maulidan yang datengin “ruh” Nabi SAW ya masih perkara Khilafiyah, baca disini)
  • Mengadzankan dan/atau Mengiqamahkan bayi yang baru lahir (Baca penjelasan yang objective…disini)
  • Dll

Dalam diskusi ilmiah wajar memang bilamana salah satu pihak saling berdialog/diskusi/debat mengenai keabsahan/tarjih(memastikan mana dalil yg paling kuat) akan suatu perkara Khilafiyah, tapi bilamana langsung mencap “ini adalah bid’ah ya akh” kepada masyarakat awam yang notabene kita orang Indo itu Islamnya ya mohon maaf, belum memahami dengan baik, ya akan jelas tersinggung kan…karena istilah Bid’ah itu berat readers…berat banget…tau gk sih apa ancaman bagi ahlu bid’ah (pelaku bid’ah) itu apa? nih saya shared sedikit…

Hukuman bagi ahli Bid’ah…:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan (HR. Muslim no. 867)

Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ ، إِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan yang disesatkan oleh Allah tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka (HR. An Nasa’i no. 1578, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan An Nasa’i)

Syaikhul Islam Ibn Taimiyah Rahimahullah berkata

“و يجب عقوبة كل من انتسب إلى أهل البدع أو ذب عنهم أو أثنى عليهم أو عظم كتبهم أو عرف بمساعدتهم و معاونتهم أو كره الكلام فيهم أو أخذ يعتذر لهم،  بل تجب عقوبة كل من عرف حالهم و لم يعاون على القيام عليهم؛ فإن القيام عليهم من أوجب الواجبات” الفتاوى ١٣٢/٢

“dan wajib menghukum setiap orang yang menisbatkan diri kepada ahli bid’ah,  atau membela mereka,  atau memuji mereka,  atau mengagungkan kitab-kitab mereka,  atau dikenal pertolongannya terhadap mereka,  atau membenci kritikan atas mereka. bahkan wajib menghukum orang yang mengetahui keadaan para ahli bid’ah itu namun enggan mendukung bantahan terhadap mereka. sebab,  membantah ahli bid’ah termasuk sebesar2 kewajiban .

Berkata Sufyan ats-Tsauri Rahimahullah:

قال سفيان الثوري: “من ماشى المبتدعة عندنا فهو مبتدع”

“Barangsiapa berjalan seiring bersama ahli bid’ah,  menurut kami ia juga ahli bid’ah”

Beliau juga berkata

قال وسمعت يحيى بن يمان يقول سمعت سفيان يقول : البدعة أحب إلى إبليس من المعصية المعصية يتاب منها والبدعة لا يتاب منها

Ali bin Ja’d mengatakan bahwa dia mendengar Yahya bin Yaman berkata bahwa dia mendengar Sufyan (ats Tsauri) berkata, “Bid’ah itu lebih disukai Iblis dibandingkan dengan maksiat biasa. Karena pelaku maksiat itu lebih mudah bertaubat. Sedangkan pelaku bid’ah itu sulit bertaubat” (Diriwayatkan oleh Ibnu Ja’d dalam Musnadnya no 1809 dan Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis hal 22).

dan masih banyak lagi hukuman2nya bagi ahli Bid’ah…makanya bayangkan saja readers…kalau sampe kita dianggap melakukan bid’ah berarti jadi ahli bid’ah..masuk neraka dong…to be honest, walaupun misal mmg ada yang melakukan perbuatan yang kita yakini sebagai bid’ah, kan ada adabnya dalam berkata2 apalagi sama sodara seiman sendiri..! Lalu apa sih contoh yang nyata dari Bid’ah itu sendiri? Saya berikan contoh yang mudah, bilamana shalat Dzuhur itu dijadikan 5 raka’at, nah itu jelas2 Bid’ah!!, untuk definisi Bid’ah lebih lanjut sila check di sini dan disini

Nah dengan track record yang sudah panjang sekali ini menjadikan masyarakat khususnya warga NU menjadi beringas dan reaktif terhadap peristiwa demi peristiwa yang tidak elok ini. Jujur saya sangat menyayangkan sekali kenapa dalam berdakwah Salafi ini tidak menerapkan kearifan lokal dan akhlakul karimah, sehingga amar ma’ruf dan nahi munkar dapat dijalankan seoptimal mungkin..

Akhirul kalam, saya mendoakan semoga umat Islam (Ahlu Sunnah wal Jama’ah) dapat menahan diri satu dengan yang lainnya, untuk dapat beretika dalam berkata-kata dan bijak dalam menyampaikan risalah nasihat, serta tasamuh (legowo) dalam berbeda pendapat, karena sesungguhnya Allah SWT telah berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” [Al Hujuraat 10]

dan

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, . . .” (QS. Al-Fath: 29)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan demam dan tidak bisa tidur.” (Muttafaqun ‘Alaih dari al-Nu’man bin Basyir)

dan kaidah Ijtihad yang sudah maklum dalam kitab-kitab Fiqh yaitu:

الاجتهاد لاينقص بالاجتهاد

“ijtihad yang telah lalu tidak dibatalkan oleh ijtihad yang kemudian”

Wallahu a’lam

Wassalamu’alaikum

 

 

This is really weird world we live on today, seriously!

0

Assalamu’alaykum Warrahmatullah Wabarakaatuh

In the name of Allah The Most Gracious and the Most Compaasion. For Allah Azza wa Jalla, then His Messenger Muhammad Peace be upon him, and Islam…:

 

  • We believe in Allah, yet we failed to submit completely on His rules
  • We believe in Allah the Almighty, yet we still dare to challenge His rules
  • We know Allah is the creator of all things, but we dare to live in His creation while mock at His rules
  • We mock people who willing to uphold His rules, although those people believe the same faith as us
  • We graciously defending those who harbor ill will towards our faith, yet we don’t do nothing when our faith is being violated
  • We become tolerance to those who tarnish the core of our faith, yet we fail to be tolerance to those who have the same faith
  • We do succeed criticize people behavior when they were violated positive law and as a Muslim, yet we failed to do the same for those who are counter faith than us
  • We tend to compare and prejudice those are Muslim yet have some misdemeanor in their lives with others who succeed in lifes that are non Muslim
  • We proud when non Muslim achieve worldly achievements, yet we failed to recognize the true achievement of our brethren
  • We are very socialize and concern about human rights of others, yet we failed to recognize the severe violated human rights against our brethren
  • We are Muslim yet unbelievably, we are reluctant of Islamic symbolic
  • We proud called ourselves proud Muslims who are Rahmatan lil ‘alamin, yet we failed to follow Rasulullah examples to be Rahmatan lil ‘alamin
  • We proud to called ourselves Muslims, yet we comprehended Islam outside Rasulullah’s and his companions perspective in Islam
  • We are not perfect Muslim yet we stereotyping our brethren who aim to perfected their Islamic identities
  • We say we are Muslim, yet we despise Islamic identity when we suppose to love and embrace it
  • We say we love Allah yet we love to do something that He despise
  • We have our own objective in life where only generating us benefits in dunya, yet neglecting many of true investments for us in the akhirat (afterlife)
  • We say we love Rasulullah yet we failed to follow his footsteps (sunnah)
  • We selfclaimed our achievements to be our doings, negating Allah’s intervention on that, yet we still pray to Allah for our success
  • And so much we that we have been failed to put Allah, Muhammad Rasulullah, and Islam into our utmost priority, but rather other things that becoming our priority…

Brothers and sisters in Islam, this writing doesn’t intend to offended you in any ways; however, this writing is merely to point out the common outrageous behavior of ours (who claimed to Muslim yet contradicted lots of Islamic behavior we suppose to have) towards our religion in hoping that we might realized it faster than Death coming to us.

 

Brothers and sisters in Islam, please take this note as consideration and please don’t take it as mockery or offensive whatsoever, this is just my two cents for myself, and you all..
Enough of this matter

 

Lastly, I pray that we all will be given Allah’s Taufiq and Blessing, and can enter Death in proper ways,

 

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Yaa Muqallibal Quloob Thabbit Qalbee ‘alaa Deenik.

“Oh turner of the hearts (Allah, the Most High), keep our hearts firm on your religion” (Shaheeh, Jaam’i ash shagheer)

Hadanallah waiyyakum ajma’in

“May Allah always guide us to the truth, for us and for you all.”
Wassalamu’alaykum Warrahmatullah Wabarakaatuh

Sombong, ngk pantes kita Sombong

0

Tak ada tempat di dunia ini bagi Kesombongan dan Keangkuhan

Bismillahirrahmanirrahim, allahumma shalli washalli ‘ala asrofil anbiya iwal mursalin, Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam, wa ala alihi wa ashahbihi wa man tabiahum ila yaumiddin, amma ba’du

Allah berfirman, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri,” (Luqman: 18)

Dalam tafsir Ibnu Katsir, disebutkan beberapa hadith Rasulullah tentang akhlaq yang mulia diantaranya. Dari Annas RA Berkata, bahwa Rasulullah SAW, manusia yang paling baik akhlaqnya. Dalam hadith lain disebutkan, tugas Rasulullah adalah untuk menyempurnakan akhlaq yg
mulia.

Dalam ayat ini Luqman memberikan nasihat kepada anaknya agar tidak menjadi orang yang sombong dan angkuh agar mempunyai budi pekerti yang baik

Terdapat penjelasan karakteristik seperti apakah orang yang sombong tersebut dalam ayat tersebut

Bila bertemu dengan saudaranya atau temannya dijalan, maka ia tidak perduli sambil memalingkan wajahnya..kesombongannya membuat ia tidak menegur sodaranya sendiri..

Terdapat keangkuhan pada gerak geriknya, seakan-akan manusia lainnya berada dibawah derajat dan statusnya..

Dalam ketaatan kita terhadap Allah SWT dan pembuktian kita bahwa kita hamba adalah menghilangkan sifat sombong dari dada-dada kita..

Tidak ada tempat bagi kesombongan ini berlabuh kepada mahluk ya teman-teman.. Apalagi kepada manusia, yang isinya adalah kelemahan dan kekhawatiran, pantaskah kita untuk bersombong setelah itu?

Sesungguhnya sombong itu adalah kebinasaan yang nyata..yang dapat menahan kita dari surgaNya

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَب ي
قَالَ : لاَ يَدْخُلُ الجَنةَ مَنْ كَانَ فيِ قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرةٍ مِنْ كِبْرٍ

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud r.a. dari Nabi s.a.w. bersabda, “Tidak masuk syurga, orang yang di dalam hatinya ada sebesar biji sawi dari kesombongan.” [shahih Muslim: 149 / (91)]

Terdapat bbrp point dalam hadith ini yaitu:
1. Larangan sombong yang mengingkari (menolak) kebenaran dan merendahkan orang lain.
2. Konsekuensi adanya rasa sombong dapat menghalangi kita untuk masuk Surga, bahkan Tidak Akan..
3. Kerendahan hati adalah sifat orang mu’min dan kesombongab merupakan sifat Iblis yg mengeluarkannya dr Surga. Menerima kebenaran merupakan suatu kejujuran luhur, sedang mengingkarinya adalah serupa dg salah satu sifat Iblis.

Coba kita renungkan..
Apakah patut dengan asumsi kita mempunyai ilmu maupun kelebihan lain yang diberikan Allah kepada kita, menjadi suatu alasan untuk merendahkan orang lain?

Sadarlah ya manusia, sesungguhnya kesombongan itu bukanlah milik kita, melainkan itu mutlak milik Allah..karena Allah Al Mutakabbir

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda, “Keperkasaan adalah sarang-Ku dan kesombongan merupakan selendang-Ku. Barangsiapa merebutnya dari-Ku maka Aku akan menyiksanya,” (HR Muslim [2620])

Setiap hari kita bersujud kepada Allah sang Pemilik Kesombongan minimal 17x sebagai bentuk pengabdian dan kerendahan kita sebagai manusia yang tidak dapat melakukan suatu manfaat satupun tanpa seizinNya, namun tak malukah kita bila masih terdapat kesombongan..

Bahkan Allah mengajak kita berpikir dengan sesuatu yang kita pahami..

Allah berfirman, “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung,” (Al-Isra’: 37).

Dalam bbrp kitab tafsir, ayat diatas bermakna jangan merendahkan manusia dan menolak kebenaran yg dibawanya. Bahkan Allah pun membuat pernyataan bahwa bila kita tdk sanggup menembus bumi dan tdk mgkn kita dapat menjadi setinggi bumi maka kita tidak pantas sombong..

Hal ini sesuai dg sabda baginda Rasulullah SAW

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Tidak akan masuk surga, orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi kesombongan.” Seorang laki-laki bertanya, “Sesungguhnya bagaimana jika seseorang menyukai apabila baju dan sandalnya bagus (apakah ini termasuk kesombongan)?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah menyukai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim no. 91)

Dan sombong merupakan sifat yang buruk sekali yang akan mendapakan siksa yang keras kelak di akhirat, naudzubillahi min dzalik

Allah Ta’ala berfirman:
قِيلَ ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ
“Dikatakan (kepada mereka), “Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, dalam keadaan kekal di dalamnya” Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. Az-Zumar: 72)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a, dari Nabi saw. bahwasanya beliau bersabda, “Sesungguhnya penghuni neraka seluruhnya orang-orang kasar, keras, angkuh, kaya, dan bakhil. Sedangkan penghuni surga adalah orang-orang yang lemah yang tidak berdaya,” (Shahih, HR Ahmad [II/114]).

Masih diriwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a, dari Nabi saw. bersabda, “Pada hari kiamat orang-orang angku akan dikumpulkan seperti semut berbentuk manusia yang diselimuti perasaan hina dari segala arah. Lantas mereka digiring ke penjara di neraka jahannam yang disebut Baulas. Api neraka akan membakar mereka dan mereka diberi minuman dari air kotoran penghuni neraka,” (Hasan, HR Bukhari dalam Adabul Mufrad [557]).

Diriwayatkan dari Iyadh bin Himar r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. pernah bersabda, ‘Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati hingga tidak seorangpun yang menganiaya orang lain dan tidak seorangpun menyombongkan diri di hadapan orang lain’,” (HR Muslim [2868]).

Point2 penting kenapa kita jangan sombong:

– Sombong atas Mahluq adalah penghinaan atas Allah
– Sombong termasuk dosa besar
– Sombong menyebabkan pelakunya diadzab dg keras di hari akhir kelak
– Sombong dapat memutus tali silaturrahim antar kaum Muslim

Namun ada kalanya sombong(teguran) diperlukan, sebagaimana pendapat ulama utuk sebuah konteks kehidupan bahwa

Syaikh Al Aljuni mengutip perkataan Syaikh al Qari, ia berkata:

التكبر على المتكبر صدقة

“Bersikap sombong(teguran) kepada orang yang sombong adalah sedekah.”
(Kashyul Kafa)

Imam Syafi’i, ‘Bersikaplah sombong(teguran) kepada orang sombong sebanyak dua kali.’

Hal ini dimungkinkan terjadi dikarenakan terkadang kita menemui kondisi dalam hidup dimana jika kita bersikap tawadhu di hadapan orang sombong maka itu akan menyebabkan dirinya terus-menerus berada dalam kesesatan. Namun, jika kita bersikap sombong (u menegur) maka dia akan sadar..

Kita wajib mengingat bahwa kita ini manusia adalah dhaif

Janganlah kita menjadi spt Iblis sewaktu diperlihatkan kebenaran oleh Allah tetapi enggan u menyikapinya dg ketaatan dan tawadhu’

Sesungguhnya kesombongan dalam menolak kebenaran walaupun kebenaran itu datang dari orang yang kita tidak sukai, dari status orang yg lebih rendah drpd kita, bukan hanya dapat membuat kita merugi, namun jg akan membuat kita disiksa kelak

Sesungguhnya kebenaran hakiki hanyalah datang dari Allah melalui RasulNya ya teman2, dan siapa saja yang membawa risalah itu kepada manusia lainnya

Terimalah kebenaran itu dalam2 di qalbu dan pikiran kita

Karena bila tidak..setetes demi setetes..hati kita akan dipenuhi dg antipati kpd manusia lain, keangkuhan yang dapat menghalangi kita dari kebenaran..naudzubillahimindzalik

Wallahu a’lam bishawab

Ramadhan Merugi

0

Ramadhan Merugi

Bismillah walhamdulillah shalatu wassallam ‘ala Rasulillah, amma ba’du

Masyaallah tidak terasa bulan Ramadhan telah hampir berlalu dari kita semua..mulai terasa syahdu dan rindu berkumandang didalam dada..

Rindu terhadap suasana dimana masjid2 penuh disetiap waktu..

Rindu terhadap suasana dimana Shalat Malam menjadi suatu kebiasaan..

Rindu akan sahur bersama dengan para sodara seiman dan merajut cinta silaturrahim..

Rindu akan kebersamaan sewaktu buka bersama dengan para dhuafa, suatu saat yg jarang terjadi pada bulan2 yang lain..

Rindu akan syahdu dan merdunya suara kita sewaktu kita lantunkan al Qur’an demi mengharap ridhaMunya Rabb..

Rindu akan saat saat kami menggiatkan diri beri’tikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir pd bulan suci Ramadhan..

Rindu disaat banyaknya ujian dan cobaan yang melanda kaum Muslimin di Palestine, di Syria, di Rohingya, dllnya kita merasa satu tubuh ya Rabb..mereka menderita kita pun merasakannya..mereka dibantai, dada pun sesak ya Rabb…ya Allah..indahnya persaudaraan akan Islam ya Rabbana..

Namun semua itu kini hampir menjadi kenangan..karena kita mungkin akan berjumpa dg bulanMu berikutnya..dan belum tentu berjumpa kembali dg Ramadhan..karena umur pun kita tak ada yang tahu kelak..ya Rabb

Saudaraku rahimakumullah, coba renungkan hadith Rasulullah SAW

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, ketika Rasulullah SAW akan menaiki mimbar untuk khutbah Jum’at, pada anak tangga pertama beliau mengucapkan amin, ketika naik pada anak tangga kedua beliau juga mengucapkan amin, begitu juga pada anak tangga ketiga beliau mengucapkan amin.

Setelah selesai shalat, para sahabat kemudian bertanya, ”Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengucapkan amin pada anak tangga pertama sampai ketiga tadi?”

Rasulullah SAW menjawab, “Pada anak tangga pertama aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepada ku, celakalah dan merugilah orang yang ketika disebut namamu wahai Muhammad, dia tidak bershalawat kepadamu , kemudian pada anak tangga kedua, aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepadaku, celakalah dan merugilah orang yang tinggal bersama kedua orang tuanya tapi tidak membuatnya masuk surga, dan pada anak tangga ketiga aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepadaku, celakalah dan merugilah orang yang melaksanakan ibadah shaum di bulan Ramadhan, tapi Allah tidak mengampuni dosa-dosanya.”

Masyaallah ada ternyata orang yg beribadah shaum pada bulan Ramadhan tapi Allah tidak berkenan untuk mengampuni dosa2nya…….

Maka teman2…janganlah kita menjadi orang yang opportunistic di bulan Ramadhan ini..

Allah memberikan kita bulan Ramadhan untuk melatihdiri kita agar spirit kita dibulan Ramadhan tetap continue sampai seterusnya..bukan hanya di bln Ramadhan saja

Allah memberikan kita bulan Ramadhan sebagai pengingat dan waktu muhasabah untuk mencharge iman kita agar kita menjadi Muslim yang lebih baik lagi..

Oleh karenanya..

Janganlah kita menjadi orang yang pergi ke masjid sewaktu Ramadhan saja..lantas masjid2 kembali sepi karena kita lupa akan kewajiban kita dalam melakukan shalat..

Janganlah kita sibuk memakai hijab pada bulan Ramadhan saja..lantas dibuka kembali pada bulan berikutnya..

Janganlah al Qur’an kita kembali dg rapi di rak buku kita setelah bulan Ramadhan usai..setelah sebelumnya kita berlomba lomba mengkhatamkannya..

Padahal berapa banyak waktu kita habiskan ya Allah untuk bekerja dan beraktifitas setiap harinya..bagaimana kita menghadap diriMu ya Allah bila kami melalaikan kewajiban2 kita seakan2 bulan Ramadhan ini adalah ajang eksistensi diri saja sebagai Muslim..

Teman2 rahimakumullah, ingatlah akan ayat ini..Allah berfirman

Allah SWT telah mengingatkan kita di dalam Al-Qur‘an agar kita masuk ke dalam Islam secara kaffah (sempurna), tidak setengah-setengah. Dia berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan, dan diputuskanlah perkaranya. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.” (Qs Al-Baqarah: 208-210)

Sesungguhnya kita masih beruntung dapat menjalani puasa Ramadhan..dengan nikmat yang super banyak yg kita dapatkan selama bulan Ramadhan ini, tanyalah kepada diri kita masing2..

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? QS Ar Rahman ayat 77

20130807-102921.jpg