Anjuran memilih Teman yang baik

0

Bismillahirrahmanirrahim

Renungan Malam atas teman-teman disekeliling kita..

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

‎الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ (أخيه) الْمُؤْمِنِ

Seorang mukmin cerminan dari saudaranya yang mukmin (HR Bukhari, Shahih)

Nasihat dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ini sangatlah berharga teman2, betapa banyak dari kita yang jarang atau barangkali tidak memperhatikan kepada siapa kita berteman..

Tanpa kita sadari, seringkali kita berteman dengan orang-orang yang jarang atau bahkan, tidak mengajak kita kepada kebaikan, padahal agama kita (salah satunya) juga ditentukan oleh teman, sebagaimana sabda baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam

‎الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Seseorang itu tergantung pada *agama* temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman (HR Abu Daud, Shahih)

Karena pengaruh teman itu sangat besar, bila kita berteman dengan orang2 shalih, Insyaallah kita akan terpengaruh oleh kebaikannya atau kita malu dengan kebaikannya, sehingga kita akan mengikuti kebaikan teman kita tsb..namun sebaliknya, bila teman kita itu tidak baik, maka hal tsb akan berpengaruh kpd kita, bahkan kalau tidak kuat2 iman, malah kita yang akan mengikuti jejak teman kita dalam berbuat maksiat..naudzubillah tsumma naudzubillah, sebagaimana sabda Rasulullah dibawah ini,

‎مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR Bukhari-Muslim, Shahihain)

Dalam penjelasan hadith diatas, Imam Muslim rahimahullah mencantumkan hadith di atas dalam Bab : Anjuran Untuk Berteman dengan Orang Shalih dan Menjauhi Teman yang Buruk”. Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa dalam hadith ini terdapat permisalan teman yang shalih dengan seorang penjual minyak wangi dan teman yang jelek dengan seorang pandai besi. Hadith ini juga menunjukkan keutamaan bergaul dengan teman shalih dan orang baik yang memiliki akhlak yang mulia, sikap wara’(berhati2 dlm beragama), ilmu, dan adab. Sekaligus juga terdapat larangan bergaul dengan orang yang buruk, ahli bid’ah, dan orang-orang yang mempunyai sikap tercela lainnya.” (Syarh Shahih Muslim 4/227)

Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah mengatakan : “hadith di ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita. Hadith ini juga mendorong seseorang agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia.”( Fathul Bari 4/324)

Memilih teman yang baik adalah wajib bagi kita, oleh karena itu, jangan sampai salah memilih teman, apalagi teman dekat, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

‎المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR Abu Daud, shahih)

Jangan sampai kita menyesal kelak di akhirat karena salah memilih teman..karena Allah sudah mengingatkan kita jauh2 hari didalam al Qur’an bahwa,

‎وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً

“ Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. *Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku.* Sesungguhnya dia *telah menyesatkan aku dari Al Qur’an* sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia” (Al Furqan:27-29)

Ingatlah teman2, kita terlahir sendiri tanpa bantuan teman2, dan kita *PASTI* meninggal kan dunia ini sendirian pula, dan *PASTI pula teman2 kita kelak diakhirat tidak dapat membantu kita, krn kita semua akan dihisab berdasarkan amalan2 kita sendiri..

Tidak perlu khawatir kalau kita meninggalkan mereka, lantas tidak ada yang menemani, karena *pasti Allah akan mengganti teman2 kita yang lebih baik,* karena Rasulullah bersabda

‎إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik(HR Ahmad, Shahih)

Simaklah nasihat dari Amirul Mu’minin Umar bin Khattab Radiyallahu anhu berikut ini…

_*Wadi’ah al-Anshari mengatakan bahwa dia mendengar Umar bin Khattab radiyallahu ‘anhu menasihati seseorang,*_

لاَ تَكَلَّمْ فِيمَا لاَ يَعْنِيكَ، وَاعْرِف ْعَدُوَّكَ، وَاحْذَرْ صَدِيقَكَ إِلاَّ الْأَمِينَ،وَلاَ أَمِينَ إِلاَّ مَنْ يَخْشَى اللهَ، وَتَمْشِي مَعَ الْفَاجِرِ فَيُعَلِّمَكَ مِنْفُجُورِهِ، وَ تُطَلِّعْهُ عَلَى سِرِّكَ، وَلاَتُشَاوِرْ فِي أَمْرِكَ إِلاَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَاللهَ عَزَّ وَجَلَّ

● “Janganlah engkau berbicara dalam urusan yang tidak engkau perlukan. Kenali musuhmu.

● *Waspadalah dari temanmu, kecuali yang tepercaya. Tidak ada orang tepercaya kecuali yang takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala.*

● *Janganlah engkau berjalan bersama orang yang rusak, sehingga dia akan mengajarimu sebagian keburukannya. Jangan pula engkau beri tahukan rahasiamu kepadanya.*

● *Janganlah engkau bermusyawarah tentang urusanmu kecuali dengan orang-orang yang takut kepada Allah ‘azza wa jalla.”*

*(Shifatu ash-Shafwah hlm. 109)*

Ingatlah kawan, teman yang baik adalah teman yang dapat mengajak kita kepada kebaikan (agama), yang dapat menasihati kita sewaktu kita berbuat kemaksiatan, karena teman yang baik Ingin berkumpul kembali dengan teman2nya di SurgaNya kelak, bi’idznillah…

Wallahu a’lam, semoga bermanfaat bagi kita semua, wabil khusus saya, insyaallah