Bahaya Menonton TV dan Kartun bagi Anak-Anak

0

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Wr Wb,

Siapa sih yang tidak ingin anaknya bisa tumbuh sesuai zamannya, sesuai kata ahli hikmah Ali bin Abi Thalib Ra, “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya…” Anak adalah anugerah yang teramat indah bagi kita semua para orang tua sekaligus amanah dari Allah SWT untuk menjaga dan mendidiknya agar tumbuh menjadi Muslim yang baik..Betapa banyak orang tua memohon dan berdoa kepada Allah untuk diberikan momongan, namun apa daya takdir Allah masih berkata lain..Namun, bukan berarti dengan adanya anak kita merasa bangga, karena bukan hal yang mudah bagi kita untuk mendidiknya sesuai norma-norma Islam dan akhlak yang mulia. Terutama dimasa sekarang, yang menuntut anak kita didik sesuai zamannya dengan segala fasilitas-fasilitas yang memudahkan namun terkadang menipu.

Kita tidak boleh menyalahkan masa atau zaman, namun situasi dan kondisi yang ada pada saat ini sangatlah sulit untuk kita bisa mendidik anak-anak kita sesuai Islam. Terlebih ditengah kondisi masyarakat yang mengalami degradasi (kemerosotan) moral, nilai-nilai agama Islam yang tengah diabaikan begitu saja tanpa acuh, arus budaya barat yang serba permissive (serba bebas), dan ditambah lagi oleh peran media massa yang “sepertinya” tidak lagi mengabaikan asas kepatutan dalam menyebarkan informasi sesuai norma-norma etika, budaya, dan agama.

Berat memang menjadi orang tua, tetapi itulah indahnya hidup yang diberikan oleh Allah. Bagaimana kita bisa menjaga anak-anak adalah peran orang tua, bahkan peranan Ibu sebagai garda terdepan untuk anak-anak dari segi pendidikan. Ada kata mutiara dari bahasa arab, “Al Ummu madrasatul awlad”, atau dalam bahasa Indonesianya, Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Untuk itu, tulisan ini saya persembahkan kepada para Ibu maupun calon Ibu, dan juga ayah sebagai kepala keluarga.

Dalam tulisan saya sebelumnya mengenai “Lady Gaga” yaitu “Benarkah Lady Gaga tidak berbahaya bila dibiarkan konser di Indonesia?” saya mengulas sedikit tentang bahaya subliminal message atau yang lebih dikenal sebagai pesan-pesan tersembunyi dalam suatu media komunikasi. Mungkin kita sudah banyak mengetahui bahwa semasa anak-anak dalam masa pertumbuhan sangat cepat dalam menyerap kondisi sekitar untuk dipelajari. Oleh karena itulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab baik itu mempunyai itikad business yang tidak baik maupun yang ingin menanamkan paham-paham yang bertentangan dengan Islam mengerti sekali kapan sebaiknya dalam mempengaruhi pikiran anak-anak kita, dan menggunakan cara apa.

Dalam era modernisasi seperti sekarang, peran media elektronik, baik itu televisi dan internet, sangat berpengaruh dalam ekosistem pembelajaran anak-anak. Tidak bisa dipisahkan antara anak-anak dengan televisi pada masa kecilnya. Namun apakah semua yang ditayangkan ditelevisi itu baik adanya? Ternyata tidak, karena pertama, televisi adalah suatu jenis media komunikasi elektronik SATU ARAH dalam mengirimkan pesan, tanpa bisa disortir. Anak-anak kita tanpa sadar hanya melihat, mendengar, dan menganalisa suatu informasi yang ditayangkan oleh televisi; dan kita tahu how exactly effective when audio and visual combined together as a method of communication. Apalagi dengan kesibukan kita saat ini, terkadang para orang tua dalam mendidik anak-anaknya seringkali tidak ada waktu, sehingga seringkali menyerahkan aktifitas anak-anak kepada televisi. Padahal sejak 12 tahun yang lalu, Journal of Pediatric Psychology telah mempublish peringatan tentang adanya bahaya adanya penyimpangan behavior anak-anak melalui media televisi dengan konten-konten yang tidak sesuai.

Kartun adalah salah satu jenis tipe ilustrasi 2D/3D yang sering ditampilkan ditelevisi dan sangatlah popular oleh anak-anak. Ternyata apa yang sering ditonton oleh anak-anak, yang kita sangka2 aman, ternyata tidaklah sepenuhnya benar. Mungkin ini terdengar sedikit mengada-ada bagi sebagian orang, tetapi bagi saya, saya himbau kepada para pembaca untuk mengecheck kebenarannya, toh tidak ada salahnya kan =).

Banyak sekali pesan-pesan negative yang tersembunyi dalam kartun populer dimasa lalu dan kini, yang sifatnya merupakan suatu itikad untuk memasukkan pemahaman yang menyimpang kepada anak-anak kita sedari dini. Berikut saya akan coba ulas beberapa yang bisa kita lihat bersama, sbb:

– Various subliminal Message on Cartoons

– Disney Subliminal Message

– New Disney Subliminal Message (Yang sekarang ada di cable TV)

– Disney female characters moral teachings to our kids

Apa yang kita bisa dapatkan dari semua itu:

– Sex

– Violence

– Simbol-simbol Illuminati

Gambar yang menyeramkan dari kartun-kartun yang kita kenal:

This slideshow requires JavaScript.

Ada tulisan bagus untuk menjelaskan lebih lanjut ttg sepak terjang Disney dalam subliminal message:

sila didownload disini

Mungkin banyak dari kita beranggapan bahwa hal tersebut tidak akan berpengaruh kepada anak2. Hal tersebut hanyalah kebetulan. Tetapi itu tidaklah mengubah fakta bahwa hal-hal yg ditunjukkan tadi memang ada. Bahkan kalau mau jujur, Disney seringkali dicomplaint oleh orang2 Amerika yang kritis karena hal2 tsb, walaupun sampai detik ini saya blm mendapatkan Disney dipersalahkan oleh Pengadilan. Maksimal yang Disney lakukan adalah recall DVD “Little Mermaid” dikarenakan ada gambar tidak senonoh (maaf..pendeta sedang ereksi) dan mengeditnya (Ada didalam gambar diatas).

Dan yang paling mengerikan adalah adanya teknik menggambar yang tidak senonoh diblur kan dengan gambar lain. Videonya bisa dilihat dibawah ini:

Bisa dibayangkan apa dampaknya apabila hal-hal seperti ini keexposed kepada anak-anak yang belum mengerti. Naudzubillahi min dzalik, yang ada mereka malah bisa permisive atau lebih tolerance kepada hal-hal seperti itu. Coba kita ingat-ingat dulu sewaktu saya masih SMA, sekitar tahun 1998-00 disekolah saya apabila ada wanita yang memakai rok diatas lutut maka akan mendapatkan peringatan lisan, selanjutnya masih lisan, dan yang ketiga adalah surat peringatan kepada orang tua. Tetapi sekarang, fenomena K-Wave yang sangat mewabah menjadikan hotpants menjadi “lumrah..”…artinya degradasi moral terjadi secara perlahan-lahan..dan saya yakin asal muasalnya salah satunya adalah dari hal-hal yang anak-anak tonton atau lihat sewaktu kecil, belum lagi ditambah arus budaya barat yang hedonis yang tidak dibendung oleh pemerintah.

Saya mohon kepada pembaca diluar sana untuk lebih concern terhadap hal-hal ini, Allah mengamanahkan kita untuk menjaga dan mendidik anak-anak kita…mari kita bentengi keluarga kita dari unsur2 asing yang mengkhawatirkan, untuk membuat peradaban Islam yang lebih baik di masa depan, aamiin

;

Mengapa Kita Menolak RUU Kesetaraan Gender ?

0

Ditulis oleh DR. Adian Husaini*

Harian Republika (Jumat, 16/3/2012), memberitakan, bahwa Rancangan Undang-undang Keadilan dan Kesetaraan Gender (RUU KKG) sudah mulai dibahas secara terbuka di DPR. Suara pro-kontra mulai bermunculan. Apakah kita – sebagai Muslim – harus menerima atau menolak RUU KKG tersebut?

Jika menelaah Draf RUU KKG/Timja/24/agustus/2011 — selanjutnya kita sebut RUU KKG – maka sepatutnya umat Muslim MENOLAK draf RUU ini. Sebab, secara mendasar berbagai konsep dalam RUU tersebut bertentangan dengan konsep-konsep dasar ajaran Islam. Ada sejumlah alasan yang mengharuskan kita – sebagai Muslim dan sebagai orang Indonesia – menolak RUU KKG ini.

Pertama, definisi “gender” dalam RUU ini sudah bertentangan dengan konsep Islam tentang peran dan kedudukan perempuan dalam Islam. RUU ini mendefinisikan gender sebagai berikut: “Gender adalah pembedaan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil konstruksi sosial budaya yang sifatnya tidak tetap dan dapat dipelajari, serta dapat dipertukarkan menurut waktu, tempat, dan budaya tertentu dari satu jenis kelamin ke jenis kelamin lainnya.” (pasal 1:1)

Definisi gender seperti itu adalah sangat keliru. Sebab, menurut konsep Islam, tugas, peran, dan tanggung jawab perempuan dan laki-laki baik dalam keluarga (ruang domestik) maupun di masyarakat (ruang publik) didasarkan pada wahyu Allah, dan tidak semuanya merupakan produk budaya.

Tanggung jawab laki-laki sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah keluarga adalah berdasarkan wahyu (al-Quran dan Sunnah Rasul). Sepanjang sejarah Islam, di belahan dunia mana saja, tanggung jawab laki-laki sebagai kepala keluarga sudah dipahami, merupakan perkara yang lazim dalam agama Islam (ma’lumun minad din bid-dharurah). Bahwa yang menjadi wali dan saksi dalam pernikahan adalah laki-laki dan bukan perempuan. Ini juga sudah mafhum.

Karena berdasarkan pada wahyu, maka konsep Islam tentang pembagian peran laki-laki dan perempuan itu bersifat abadi, lintas zaman dan lintas budaya.

Karena itu, dalam tataran keimanan, merombak konsep baku yang berasal dari Allah SWT ini sangat riskan. Jika dilakukan dengan sadar, bisa berujung kepada tindakan pembangkangan kepada Allah SWT. Bahkan, sama saja ini satu bentuk keangkuhan, karena merasa diri berhak menyaingi Tuhan dalam pembuatan hukum. (QS at-Taubah: 31).

Jadi, cara pandang yang meletakkan pembagian peran laki-laki dan perempuan (gender) sebagai budaya ini jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Sebab, sifat syariat Nabi Muhammad saw – sebagai nabi terakhir dan diutus untuk seluruh manusia sampai akhir zaman – adalah universal dan final. Zina haram, sampai kiamat. Khamr haram di mana pun dan kapan pun. Begitu juga suap adalah haram. Babi haram, di mana saja dan kapan saja. Konsep syariat seperti ini bersifat lintas zaman dan lintas budaya.

Syariat Islam jelas bukan konsep budaya Arab. Saat Nabi Muhammad saw memerintahkan seorang istri untuk taat kepada suaminya – dalam hal-hal yang baik – maka perintah Nabi itu berlaku universal, bukan hanya untuk perempuan Arab abad ke-7 saja. Umat Islam sepanjang zaman menerima konsep batas aurat yang universal; bukan tergantung budaya. Sebab, fakta menunjukkan, di mana saja dan kapan saja, perempuan memang sama. Sudah ribuan tahun perempuan hidup di bumi, tanpa mengalami evolusi. Matanya dua, hidung satu, payudaranya dua, dan juga mengalami menstruasi. Perempuan juga sama saja, dimana-mana. Hanya warna kulit dan mungkin ukuran tubuhnya berbeda-beda. Karena sifatnya yang universal, maka konsep syariat Islam untuk perempuan pun bersifat universal.

Memang, tidak dapat dipungkiri, dalam aplikasinya, ada unsur-unsur budaya yang masuk. Misalnya, konsep Islam tentang perkawinan pada intinya di belahan dunia mana saja tetaplah sama: ada calon suami, calon istri, saksi, wali dan ijab qabul.

Tetapi, dalam aplikasinya, bisa saja unsur budaya masuk, seperti bisa kita lihat dalam pelaksaan berbagai upacara perkawinan di berbagai daerah di Indonesia.

Alasan kedua untuk menolak RUU Gender sangat western-oriented. Para pegiat kesetaraan gender biasanya berpikir, bahwa apa yang mereka terima dari Barat – termasuk konsep gender WHO dan UNDP – harus ditelan begitu saja, karena bersifat universal. Mereka kurang kritis dalam melihat fakta sejarah perempuan di Barat dan lahirnya gerakan feminisme serta kesetaraan gender yang berakar pada ”trauma sejarah” penindasan perempuan di era Yunani kuno dan era dominasi Kristen abad pertengahan.

Konsep-konsep kehidupan di Barat cenderung bersifat ekstrim. Dulu mereka menindas perempuan sebebas-bebasnya, sekarang mereka membebaskan perempuan sebebas-bebasnya. Dulu, mereka menerapkan hukuman gergaji hidup-hidup bagi pelaku homoseksual. Kini, mereka berikan hak seluas-luasnya bagi kaum homo dan lesbi untuk menikah dan bahkan memimpin geraja.

Lihatlah, kini konsep keluarga ala kesetaraan gender yang memberikan kebebasan dan kesetaraan secara total antara laki-laki dan perempuan telah berujung kepada problematika sosial yang sangat pelik. Di Jerman, tahun 2004, sebuah survei menunjukkan, pertumbuhan penduduknya minus 1,9. Jadi, bayi yang lahir lebih sedikit dari pada jumlah yang mati.

Peradaban Barat juga memandang perempuan sebagai makhluk individual. Sementara Islam meletakkan perempuan sebagai bagian dari keluarga. Karena itulah, dalam Islam ada konsep perwalian. Saat menikah, wali si perempuan yang menikahkan; bukan perempuan yang menikahkan dirinya sendiri. Ini satu bentuk pernyerahan tanggung jawab kepada suami. Di Barat, konsep semacam ini tidak dikenal. Karena itu jangan heran, jika para pegiat gender biasanya sangat aktif menyoal konsep perwalian ini. Sampai-sampai ada yang menyatakan bahwa dalam pernikahan Islam, yang menikah adalah antara laki-laki (wali) dengan laki-laki (mempelai laki-laki).

Simaklah bagaimana kuatnya pengaruh cara pandang Barat dalam konsep ”kesetaraan gender” seperti tercantum dalam pasal 1:2 RUU Gender yang sedang dibahas saat ini: “Kesetaraan Gender adalah kesamaan kondisi dan posisi bagi perempuan dan laki-laki untuk mendapatkan kesempatan mengakses, berpartisipasi, mengontrol, dan memperoleh manfaat pembangunan di semua bidang kehidupan.” (pasal 1:2).

Renungkanlah konsep semacam ini. Betapa individualistiknya. Laki-laki dan perempuan harus disamakan dalam semua bidang kehidupan. Lalu, didefinsikan juga:

“Diskriminasi adalah segala bentuk pembedaan, pengucilan, atau pembatasan, dan segala bentuk kekerasan yang dibuat atas dasar jenis kelamin tertentu, yang mempunyai pengaruh atau tujuan untuk mengurangi atau menghapuskan pengakuan, penikmatan manfaat atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan pokok di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, sipil atau bidang lainnya terlepas dari status perkawinan, atas dasar persamaan antara perempuan dan laki-laki.” (pasal 1:4).

Jika RUU Gender ini akan menjadi Undang-undang dan memiliki kekuatan hukum yang tetap, maka akan menimbulkan penindasan yang sangat kejam kepada umat Muslim – atau agama lain – yang menjalankan konsep agamanya, yang kebetulan berbeda dengan konsep Kesetaraan Gender. Misalnya, suatu ketika, orang Muslim yang menerapkan hukum waris Islam; membagi harta waris dengan pola 2:1 untuk laki-laki dan perempuan akan bisa dijatuhi hukuman pidana karena melakukan diskriminasi gender. Jika ada orang tua menolak mengawinkan anak perempuannya dengan laki-laki beragama lain, bisa-bisa di orang tua akan dijatuhi hukuman pula. Bagaimana jika kita membeda-bedakan jumlah kambing untuk aqidah antara anak laki-laki dan perempuan?

Alasan ketiga, RUU Gender ini sangat SEKULAR. RUU ini membuang dimensi akhirat dan dimensi ibadah dalam interaksi antara laki-laki dan perempuan. Peradaban sekular tidak memiliki konsep tanggung jawab akhirat. Bagi mereka segala urusan selesai di dunia ini saja. Karena itu, dalam perspektif sekular, ”keadilan” hanya diukur dari perspektif dunia. Bagi mereka tidaklah adil jika laki-laki boleh poligami dan wanita tidak boleh poliandri. Bagi mereka, adalah tidak adil, jika istri keluar rumah harus seijin suami, sedangkan suami boleh keluar rumah tanpa izin istri.

Bagi mereka, tidak adil jika laki-laki dalam shalatnya harus ditempatkan di shaf depan. Dan sebagainya.

Jika seorang perempuan terkena pikiran seperti ini, maka pikiran itu yang perlu diluruskan terlebih dulu. Biasanya ayat-ayat al-Quran dan hadits Rasulullah saw tidak mempan bagi mereka, karena ayat-ayat itu pun akan ditafsirkan dalam perspektif gender. Sebenarnya, perempuan yang kena paham ini patut dikasihani, karena mereka telah salah paham. Mereka hanya melihat aspek dunia. Hanya melihat aspek hak, dan bukan aspek tanggung jawab dunia dan akhirat.

Padahal, dalam perspektif Islam, justru Allah memberi karunia yang tinggi kepada perempuan. Mereka dibebani tanggung jawab duniawi yang lebih kecil ketimbang laki-laki. Tapi, dengan itu, mereka sudah bisa masuk sorga, sama dengan laki-laki. Perempuan tidak perlu capek-capek jadi khatib Jumat, menjadi saksi dalam berbagai kasus, dan tidak wajib bersaing dengan laki-laki berjejalan di kereta-kereta. Perempuan tidak diwajibkan mencari nafkah bagi keluarga. Dan sebagainya.

Sementara itu, kaum laki-laki mendapatkan beban dan tanggung jawab yang berat. Kekuasaan yang besar juga sebuah tanggung jawab yang besar di akhirat. Jika dilihat dalam perspektif akhirat, maka suami yang memiliki istri lebih dari satu tentu tanggung jawabnya lebih berat, sebab dia harus menyiapkan laporan yang lebih banyak kepada Allah. Adalah keliru jika orang memandang bahwa menjadi kepala negara itu enak. Di dunia saja belum tentu enak, apalagi di akhirat. Sangat berat tanggung jawabnya.

”Dimensi akhirat” inilah yang hilang dalam berbagai pemikiran tentang ”gender”. Termasuk dalam RUU Gender yang sedang dibahas di DPR. Perspektif dari RUU ini sangat sekuler. (saeculum=dunia); hanya menghitung aspek dunia semata. Jika dimensi akhirat dihilangkan, maka konsep perempuan dalam Islam akan tampak timpang. Sebagai contoh, para aktivis gender sering mempersoalkan masalah ”double burden” (beban ganda) yang dialami oleh seorang perempuan karir.

Disamping bekerja di luar rumah, dia juga masih dibebani mengurus anak dan berbagai urusan rumah tangga. Si perempuan akan sangat tertekan jiwanya, jika ia mengerjakan semua itu tanpa wawasan ibadah dan balasan di akhirat. Sebaliknya, si perempuan akan merasa bahagia saat dia menyadari bahwa tindakannya adalah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT.

Karena itu, jika Allah tidak memberi kesempatan kepada perempuan untuk berkiprah dalam berbagai hal, bukan berarti Allah merendahkan martabat perempuan. Tapi, justru itulah satu bentuk kasih sayang Allah kepada perempuan. Dengan berorientasi pada akhirat, maka berbagai bentuk amal perbuatan akan menjadi indah. Termasuk keridhaan menerima pembagian peran yang diberikan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Pada akhirnya, dalam menilai suatu konsep – seperti konsep Kesetaraan Gender – seorang harus memilih untuk menempatkan dirinya: apakah dia rela menerima Allah SWT sebagai Tuhan yang diakui kedaulatannya untuk mengatur hidupnya? Seorang Muslim, pasti tidak mau mengikuti jejak Iblis, yang hanya mengakui keberadaan Allah SWT sebagai Tuhan, tetapi menolak diatur oleh Allah SWT. Seolah-olah, manusia semacam ini berkata kepada Allah SWT: ”Ya Allah, benar Engkau memang Tuhan, tetapi jangan coba-coba mengatur hidup saya! Karena saya tidak perlu segala macam aturan dari-Mu. Saya sudah mampu mengatur diri saya sendiri!” Na’dzubillahi min-dzalika.

****

Tidak bisa dipungkiri, penyebaran paham ”kesetaraan gender” saat ini telah menjadi program unggulan dalam proyek liberalisasi Islam di Indonesia. Banyak organisasi Islam yang memanfaatkan dana-dana bantuan sejumlah LSM Barat untuk menggarap perempuan-perempuan muslimah agar memiliki paham kesetaraan gender ini. Perempuan muslimah kini didorong untuk berebut dengan laki-laki di lahan publik, dalam semua bidang. Mereka diberikan angan-angan kosong, seolah-olah mereka akan bahagia jika mampu bersaing dengan laki-laki.

Kedepan, tuntutan semacam ini mungkin akan terus bertambah, di berbagai bidang kehidupan. Sesuai dengan tuntutan pelaksaan konsep Human Development Index (HDI), wanita dituntut berperan aktif dalam pembangunan, dengan cara terjun ke berbagai sektor publik. Seorang wanita yang dengan tekun dan serius menjalankan kegiatannya sebagai Ibu Rumah Tangga, mendidik anak-anaknya dengan baik, tidak dimasukkan ke dalam ketegori ”berpartisipasi dalam pembagunan”. Tentu, konsep semacam ini sangatlah aneh dalam perspektif Islam dan nilai-nilai tradisi yang juga sudah dipengaruhi Islam.

Daripada bergelimang ketidakpastian dan dosa, mengapa pemerintah dan DPR tidak mengajukan saja ”RUU Keluarga Sakinah” yang jelas-jelas mengacu kepada nilai-nilai Islam? Buat apa RUU Gender diajukan dan dibahas? Dari tiga naskah akademik yang saya baca, tampak tidak ada dasar pemikiran yang kuat untuk mengajukan RUU Kesetaraan Gender ini. RUU ini cenderung membesar-besarkan masalah, dan lebih menambah masalah baru. Belum lagi jika RUU ini melanggar aturan Allah SWT, pasti akan mendatangkan kemurkaan Allah SWT.

Tugas kita hanya mengingatkan! Wallahu a’lam bil-shawab.*/ Jakarta, 16 Maret 2012

*DR. ADIAN HUSAINI, lahir di Bojonegoro pada 17 Desember 1965. Pendidikan formalnya ditempuh di SD-SMA di Bojonegoro, Jawa Timur. Gelar Sarjana Kedokteran Hewan diperoleh di Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, 1989. Magister dalam Hubungan Internasional dengan konsentrasi studi Politik Timur Tengah diperoleh di Program Pasca Sarjana Universitas Jayabaya, dengan tesis berjudul Pragmatisme Politik Luar Negeri Israel. Sedangkan gelar doktor dalam bidang Peradaban Islam diraihnya di International Institute of Islamic Thought and Civilization — Internasional Islamic University Malaysia (ISTAC-IIUM), dengan disertasi berjudul “Exclusivism and Evangelism in the Second Vatican Council: A Critical Reading of The Second Vatican Council’s Documents in The Light of  the Ad Gentes and the Nostra Aetate.

Warna Warni Demokrasi dalam hal batalnya Konser Lady Gaga: Inikah generasi Islam berikutnya di Indonesia?

0

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Wr Wb

Sebelumnya izinkan saya mengucap Alhamdulillah wa syukurillah atas batalnya konser Lady Gaga di Indonesia. Saya yakin ini semua karena Allah SWT, dan para hamba2Nya yang solid dalam menolak konser tersebut. Terlepas dari pendapat pribadi saya, ijinkanlah saya menyerap aspirasi masyarakat dalam menanggapi batalnya konser tersebut.

Dikarenakan aspirasi pembatalan konser Lady Gaga ini diinisiasi oleh FPI dan ormas Islam pada umumnya, maka saya persilahkan komentar-komentar mereka untuk didahulukan daripada yang lain =))..

Front Pembela Islam (FPI) dalam Republika Online pada hari Senin, 27 Mei 2012 diwakili oleh Munarman sebagai Juru Bicara FPI mengatakan rasa syukur kepada Allah SWT, dan mengatakan bahwa hal ini bisa terjadi karena Allah yang berkehendak dan berada dibalik ini.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Majlis Ulama Indonesia (MUI), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan banyak elemen Islam lainnya menyatakan hal yang sama bahwa mereka mengapresiasi, mensyukuri pembatalan konser.

Tidak kalah mendukungnya, elemen masyarakat dalam Socmed Twitter, banyak yang bersyukur atas pembatalan konser Lady Gaga tersebut.

@Tritrianto dalam akunnya mengatakan, “Alhamdulillah..Semoga dia kapok, tdk berani rencana dtg lg..”

@kuramakiddo dalam akunnya mengatakan, “Alhamdulillah, super sekali!!.”

Dan banyak lainnya lagi yang mengatakan hal serupa. Komentar-komentar lain bisa dilihat di sini

Sebaliknya, yang menyatakan penyesalannya pun tidak kalah set, mereka seakan-akan masih tidak percaya idola mereka tidak jadi datang. Berikut comment2nya di Twitter:

Dian Paramita: Pak @tifsembiring ini mensyukuri Lady Gaga batal. Padahal batalnya karena Indonesia tidak aman. Bangga? What kind of minister is he?

Linzy_Land
U,u jadi! Kalo gak! Aku ga mau jadi WNI! #IndonesiaSavesGaga RT @Linzyus_SBYCity: @Linzy_Land : Untung aja …

rezaezer
We just wanna see @ladygaga SINGING and do some awsme ART. we dont see the illuminate, pornography, or those bad thngs ! #IndonesiaSavesGaga

Dan semuanya bisa dilihat lebih banyak lagi komentar-komentar yang kontra pembatalan ini di #IndonesiaSavesGaga lewat Twitter atau Youtube™ disini

Foto-Foto Little Monster Indonesia: (silahkan dinilai sendiri pantas atau tidak hehe..)

Inikah yang dimaksud oleh para pengamat bahwa Lady Gaga tidak membawa dampak kerusakan moral?? Apa yang ingin diharapkan dimasa mendatang apabila generasi Muslimnya memakai pakaian yang bukan sepantasnya dipakai oleh jenis kelamin mereka?

Seharusnya mereka mengingat perkataan Rasulullah SAW bahwa,

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمتُشَبِّهِيْنَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

“Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Bukhari dalam Shahihnya)

Malah ada seorang ulama yang berani mengatakan seperti ini:

“Bagi NU mau ada seribu Lady Gaga nggak akan mengubah keimanan orang NU” (Tempo, 19/5/12)

Berani-beraninya dia mengatakan hal yang pasti terhadap keimanan, padahal dari kondisi masyarakat saja bisa terlihat adanya penyimpangan efek dari lagu-lagu Lady Gaga. Padahal Allah berkata dalam Al Qur’an

وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آَمَنُوا إِيمَانًا

Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya.” (QS al-Mudatstsir: 31) dan firman Allah Ta’ala,

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya).” (QS al-Anfaal:8/2)

Dan Rasulullah SAW sudah bersabda,

لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَسْرِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ

Tidaklah seorang pezina berzina dalam keadaan mukmin dan tidaklah minum minuman keras ketika minumnya dalam keadaan mukmin serta tidaklah mencuri ketika mencuri dalam keadaan mukmin” (Muttafaqun ‘Alaih)

Terkadang lucu sekali variasi kebebasan berpendapat dan berekspresi di Negara kita Indonesia ini…Seakan-akan tanpa batas, mengatasnamakan HAM tetapi menolak apabila orang lain merasa terganggu oleh kebebasan itu sendiri. Yang namanya kebebasan itu tidaklah absolute, tetapi bagaimana kebebasan kita tidak mengganggu kebebasan orang lain, itulah kebebasan yang sebenarnya. Nah kalau sudah begini, apa yang bisa diharapkan dari generasi muda Muslim kita, akankah kita diam saja ataukah bergerak mencegah? Inilah waktunya, momentum yang diberikan oleh Allah dengan pembatalan konser Lady Gaga…

Semoga berkenan..

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Benarkah Lady Gaga tidak berbahaya bila dibiarkan konser di Indonesia?

0

Benarkah Lady Gaga tidak berbahaya bila dibiarkan konser?

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Wr Wb

Beberapa hari ini kita dikerubuti oleh mass media tentang penolakan Lady Gaga oleh beberapa ormas Islam di Indonesia, yang salah satunya adalah MUI dan didukung oleh Polda Metro Jaya dan Polda Jabar dan sekitarnya. Baik yang berdemo secara damai maupun yang sampai mengancam akan membubarkan, semuanya khawatir akan kemerosotan moral dan ahlak masyarakat Indonesia, khususnya ummat Islam dengan kedatangan Lady Gaga ini. Dari media cetak offline maupun online sampai dengan media telekomunikasi seperti televise, mengumandangkan berita terbaru tentang penolakan Lady Gaga. Himbauan pro dan kontra disandingkan bersama dengan substansi informasi yang ingin disampaikan oleh mass media tersebut agar terlihat lebih objective dan tepat sasaran. Dari apa yang sudah diberitakan, penolakan Lady Gaga oleh Polda Metro Jaya dan beberapa Ormas Islam tersebut dikarenakan beberapa hal, yaitu:

  1. Tidak sesuai adat ketimuran alias manggung dengan pakaian seksi dan mengumbar aurat (Tempo, 2012)
  2. Penyembah Setan (Luciferian) (Eramuslim.com, 2012)
  3. Lirik lagu yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia (detik.com, 2012)

Sebenarnya apa sih yang melatarbelakangi pihak2 tersebut sampai bisa berasumsi demikian, mungkin ada baiknya kita melihat kronologis karier Lady Gaga dan sedikit bio agar kita lebih mengenal apa yang kita diskusikan ini.

Awal tahun 2000an:

Artis yang aslinya bernama Stefani Joanne Angelina Germanotta memulai keseriusannya dalam dunia permusikan dengan dilatih oleh pelatih vokal Christina Aguilera sewaktu SMA.

Tahun 2005:

Tamat dari SMA, Stefani melanjutkan ke NYU (New York University) tetapi hanya dalam kurun waktu 1thn, Stefani memutuskan untuk keluar dari University karena ingin berkarir musik secara full time. Awal karirnya dimulai dengan menyanyi dari bar ke bar sambil mendesain outfitnya sendiri secara unik.

Tahun 2008:

Tahun pertama keemasan debut Lady Gaga dengan albumnya “Fame.” No 1 dalam tangga lagu Billboard’s Hot 100 List dengan lirik2nya yang mengandung hal-hal yang berbau: sex, pornography, art, fame, obsession, drugs, and alcohol. Aliran musik yang menjadi pilihan adalah pop-elektro.

Tahun 2009:

Ditambah dengan Pants-less signature stylenya, Lady Gaga semakin diminati oleh penggemar-penggemarnya. “Bukan berarti aku tidak suka memakai celana panjang, tetapi aku memilih untuk tidak memakainya sewaktu-waktu.” Lagu-lagunya semakin popular dan Lady Gaga menjadi artis ketiga sepanjang sejarah karena mencetak 3 hit sekaligus dalam album debutnya.

Tahun 2010:

Mendapat Grammy award dalam kategori “Best dance recording and best electronic/dance album.” Lagunya yang menjadi hit adalah “Bad Romance.” Lagu itulah yang menjadi fenomenal akan pecahnya rekor di MTV Music Awards dengan mendapatkan 8 trophy dari 12 nominasi yang ada.

Tahun 2011:

Semakin menjulang namanya, Lady Gaga mendapatkan tiga award lagi dari Grammy Awards karena keberhasilan lagu “Bad Romance” ditahun sebelumnya. Tahun ini juga Lady Gaga mencetak rekor hit no 1 lagi ditangga lagu Billboard dengan album “Born This Way.”

Tahun 2012:

Membuka yayasan “Born This Way” untuk membantu individual-individual diseluruh dunia agar bisa lebih produktif. Yayasan ini juga aktif membantu secara sosial korban-korban hasil “bully” atau kekerasan disekolah atau sosial tertentu.

Biography of Lady Gaga by (People.com, 2012)

Rekor yang impresif menurut saya hanya dalam waktu kurang dari 4tahun bisa begitu fenomenal dalam menancapkan kukunya di industry permusikan dunia. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat sama-sama historical chart untuk lagu-lagu Lady Gaga di Billboard.

Billboard Legacy

Made the Top Artists of the Year Chart in: 2011, 2010, 2009

Made the Billboard 200 Albums of the Year Chart in: 2011, 2010, 2009

Source: (Billboard.com, 2012)

Sudah kita ketahui secara umum bahwa berkarier dalam industri musik, apalagi di Amerika sangatlah sulit. Tetapi kita dapati bahwa Lady Gaga hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 tahun, wanita kelahiran 28 Maret, 1986 itu menjadi no 1 di tangga lagu Billboard. Apakah yang menjadi faktor kesuksesan Lady Gaga tersebut? Apakah gaya yang unik, ataukah lirik yang secara alam bawah sadar menghipnotis fansnya untuk fanatik terhadap Lady Gaga. Wallahu a’lam, tetapi disini saya mencoba secara ilmiah membuka tabir yang membuat Lady Gaga popular dan seharusnya menjadi faktor “utama” dalam penolakan Lady gaga.

Lady Gaga dalam lirik-lirik lagunya kental sekali dengan term-term negative, seperti sex, drugs, violence, alcohol, dan bahkan homosexuality and religiously insults. Dalam lagu “Bad Romance” sangat kental dengan pengabdian berlebihan tentang love, dan bahkan dalam lirik lagunya terbaru “Judas”, Lady Gaga mencintai Judas walaupun dalam keyakinan ummat Nasrani Judas adalah pengkhianat.

Tidak hanya lirik dan kostum Lady Gaga yang tidak senonoh, ada pesan-pesan tersembunyi dari lagu-lagu Lady Gaga yang mengisyaratkan tentang organisasi Freemasonry “Illuminati”. Itu terlihat dari simbol-simbol yang digunakan sepanjang video klip dan juga “subliminal message” yang terdapat apabila lagu-lagu Lady Gaga di reverse playback-kan.

Video-video Klip Lady Gaga yang sangat kental unsur-unsur Illuminati:

“Judas”

Analisa dari segi Video Klip (Illuminati Symbols)

http://www.youtube.com/watch?v=ITZTJyqvnC0

Analisa dari segi Backmasking

http://www.youtube.com/watch?v=kTfPglXHYv4

“Born This Way”

Analisa dari segi Video Klip (Illuminati Symbols)

http://www.youtube.com/watch?v=WOdPjAti-9c

Analisa dari segi Backmasking

http://www.youtube.com/watch?v=UkT8Utx7akc&feature=related

“Bad Romance”

Analisa dari segi Video Klip (Illuminati Symbols)

http://www.youtube.com/watch?v=JWiHOH8MWl0

http://www.youtube.com/watch?v=htZW9G28yAY&feature=related

Analisa dari segi Backmasking

Tidak ada

“Alejandro”

Analisa dari segi Video Klip (Illuminati Symbols)

http://www.youtube.com/watch?v=Ym1FRTLNppw&feature=related

Analisa dari segi Backmasking

Tidak ada

“Paparazzi”

Analisa dari segi Video Klip (Illuminati Symbols)

http://www.youtube.com/watch?v=T675LOA0N48

Analisa dari segi Backmasking

http://www.youtube.com/watch?v=TyZNj93CmhQ

Summary:

http://www.youtube.com/watch?v=CplS_O0A-KQ&feature=related&skipcontrinter=1

Apa yang bisa didapatkan dari beberapa lagu ini adalah:

– Simbol-simbol:

  • The all Seing Eye
  • 666
  • Baphomet (Freemasonry God of universalism of religion)
  • Illuminati’s hand symbol
  • The one eye
  • Other Freemasonry Symbols

– Pesan-pesan tersembunyi:

  • Ajakan mengikuti Lucifer
  • Ajakan menyembah setan/Lucifer
  • Ajakan untuk nge-sex
  • Dan hal-hal negative lainnya

Nah kalau udah seperti ini, pasti ada yang bilang “paranoid” atau “Conspiracy Theorist banget sih, kan Lady Gaga hanya mau nyanyi, apalagi hanya dua jam saja, kan tidak ada effectnya ke kita..”

Sayangnya, hal itu tidaklah berlaku demikian. Apa yang Lady Gaga sumbang dalam musiknya itu adalah cara Illuminati’s Mind Control yang secara tidak langsung dan perlahan namun pasti, dapat mempengaruhi alam bawah sadar manusia dengan pesan-pesan satanicnya.

Apa itu Subliminal Message dan Pengaruhnya kepada Manusia

Sebelumnya mungkin kita berangkat dari apa itu subliminal perception dari segi psikologi manusia. Dijksterhuis et al. (2005) mengatakan bahwa adanya sebuah sesuatu atau subject yang dijadikan stimulan memasuki alam bawah sadar manusia. Apabila substansi dari sebuah subject melebihi parameter alam pikiran manusia maka dianggap persepsi dialam kesadaran manusia, tetapi apabila subject yang diberikan tidak disadari, maka itu yang disebut subliminal perception. Subject yang dijadikan stimulus dibawah alam bawah sadar manusia tersebut bisa berupa kata-kata, suara, dan visualisasi atau video (Blagoy, 2003). Subliminal message tersebut diwakili oleh stimulus atau subject yang bisa jadi tidak disadari oleh alam pikiran manusia tetapi disadari oleh alam bawah sadar manusia itu sendiri (Egerman et al., 2006). Dalam hal ini subliminal message seringkali berupa gambar yang ditampilkan berkali dalam waktu singkat sehingga sulit untuk di sadari oleh alam pikiran manusia dan/atau sebuah pesan dalam kata-kata yang dimasukkan kedalam lagu dari sebuah musik, yang diasumsikan menjadi subliminal perception oleh alam bawah sadar manusia.

Subliminal message populer di Amerika pada tahun 1957 sewaktu adanya kekhawatiran oleh publik dan legislatif akan adanya peningkatan signifikan terhadap penjualan produk “Coca Cola™” dan popcorn pada umumnya. Hal ini setelah diselidiki ternyata diawali oleh adanya ucapan sangat singkat, yaitu “Drink Coca Cola” dan “Eat Popcorn”, dalam iklan-iklan produk tersebut (Dane, et al., n.d.). Tidak jera, para produsen masih memakai metode subliminal message dalam iklan minuman “Gilbey Gin”; kata-kata “SEX” ditempatkan dalam es batu digelas sewaktu iklan produk minuman tersebut (McGill, 2007). Kekhawatiran ini akhirnya direspon positif oleh pemerintah Amerika, dan disahkan pada tahun 1974, FCC (Federal Communication Commission) Komisi Komunikasi Federal yang berwenang dalam mengatur komunikasi dalam media Radio, Televisi, Wire, Satellite dan Cable; FCC melarang semua penggunaan subliminal message di semua metode promosi dan periklanan (advertisement). Pelarangan ini diakibatkan oleh banyaknya komplain dan pernyataan publik bahwa subliminal message baik berefek maupun tidak, harus dilarang karena membohongi publik akan adanya hidden message (Dane, et al., n.d.)( (Blagoy, 2003).

Pengaruh dari Subliminal Message

Sejak tahun 1957 tersebut, banyak para researcher mencoba melakukan penelitian akan efek dari subliminal message terhadap manusia secara ilmiah. Dr. Greenwald melakukan eksperiment riset secara ilmiah untuk mengetahui apakah manusia menyadari adanya pesan-pesan tersembunyi dari subliminal message, dan hasilnya secara ilmiah membuktikan bahwa manusia dapat dimasuki suatu informasi tanpa disadari oleh manusia tersebut. Hal ini diamini juga oleh Dr. Howard Shevrin bahwa ia penemuan ilmiahnya menemukan bahwa subliminal message mempunyai kekuatan yang sangat kuat dan terbukti dalam mental manusia ( (New York Times, 1990). Walaupun terdapat pro dan kontra terhadap efek subliminal message terhadap manusia, Dr. Shevrin dalam kasus yang terkenal pada tahun 1990, The Judas Priest Trial, mengatakan bahwa efek dari lirik lagu dari band tersebut mempengaruhi kedua remaja, James Vance dan Ray Belknap, untuk melakukan aksi bunuh diri (Greene et al., 2007) (Egermann, Kopiez and Reuter, 2006). Eksperimen secara ilmiah melibatkan 20 orang, Laki-laki dan perempuan masing-masing 10 orang, untuk ditunjukkan beberapa flash card didalam komputer menggunakan software Mini Tab secara cepat. Dalam eksperiment tersebut beberapa flash card pergantiannya lebih cepat jauh daripada yang lain. Dengan metode ANOVA dan margin of error <; 1% atau 99% efektif, ditemukan bahwa mayoritas dari responden menyadari adanya pesan yang terdapat diflash card tersebut (Buttaccio, 2011). Eksperimen lain dilakukan oleh Egermann et al. (2006) yang melibatkan 148 sample responden sebanyak 3 eksperimen berbeda. Hasil dari eksperimen tersebut ditemukan bahwa tidak terdapat efek signifikan dalam “jangka pendek.”

Secara ilmiah bisa diasumsikan bahwa “walaupun” tidak ada keterkaitan secara pasti akan efek dari subliminal message terhadap manusia, tetapi hal demikian masih secara umum dan bersifat jangka pendek. Oleh karena itu saya menghimbau para pembaca untuk melihat secara faktual hasil-hasil penelitian ilmiah tentang efek dari subliminal message dengan kata-kata berkonotasi negatif didalam lirik musik, seperti yang bisa kita temukan dengan teknik Backmasking dalam lagu-lagu Lady Gaga, Rihanna, Justin Bieber, dll; Colwell dan Richardson (2002) dalam studinya menemukan bahwa dengan mendengarkan musik-musik berlirik negatif seperti delinquency, sex attitudes and attitudes toward violence, para remaja menjadi sangat “PERMISIF” (toleran) dalam hal-hal yang berbau delinquency, sex and violence. Musik yang diulang berkali-kali dalam kehidupan sehari-hari diyakini dapat menimbulkan “rasa kepercayaan diri” berlebih sesuai dengan tipe musik dan lirik yang didengarkannya (Vernon, 2009). Terlebih lagi bahwa memang metode subliminal message dalam audio sudah dipatenkan dengan itikad untuk menyediakan suara didalam lagu atau suara lainnya yang bisa diterima oleh alam bawah sadar manusia yang disamarkan dalam lagu atau suara originalnya (Lundy and Tyler, 1980).

Bila kita kembali kepada lirik-lirik yang ditemukan dalam lagu-lagu Lady Gaga, Rihanna, dan banyak artis Amerika lainnya, kita akan temukan bahwa tidak saja lirik original lagunya berbau sex, religious insult, homosexuality, violence, dan alcohol; tetapi setelah direversed akan ditemukan hal-hal yang sangat menyeramkan, dimana banyak ajakan-ajakan untuk “self esteem” walaupun lirik originalnya adalah homosexual, menghina ajaran-ajaran agama monotheistic dimana Rihanna dalam lagu “Umbrella” ternyata mengumandangkan tidak adanya “Allah” “Eli” yang semuanya berkonotasi Tuhan dan Rabb. Studi lebih lanjut ditemukan bahwa manusia dan remaja pada umumnya sangat terpengaruhi oleh adanya subliminal message yang berkonotasi negatif. Dimana pada studi-studi sebelumnya yang tidak mengkhususkan eksperimen kepada hal-hal yang berkonotasi negatif, sehingga masih terjadinya pro dan kontra antara hasil penemuan-penemuan ilmiah. Tetapi para ilmuwan di University College London menemukan bahwa kata-kata berkonotasi negatif membawa efek yang SANGAT SIGNIFIKAN dan SANGAT CEPAT hasilnya apabila diberikan kepada manusia lewat metode subliminal message yang sering banyak terjadi di musik-musik masa kini (BBC, CBSNEWS, Lavie, Milmo and Wellcome Trust, 2009). Dan apabila ditambah dengan subliminal message simbol-simbol organisasi rahasia “Illuminati”, maka bolehlah kita berasumsi bahwa artis-artis seperti ini sedang menjadi agen Illuminati dalam menerapkan “Mind Control Method” secara tersembunyi. Cara-cara ini sangat sering dipakai oleh agen-agen Illuminati untuk menghipnotis kebanyakan populasi dunia. Musik dan symbol seringkali digunakan Illuminati untuk memprogram “budak-budak.” Hal ini bisa diketahui dan ditemukan dalam berbagai ritual yang disamarkan melalui musik video klip, konser, dan lain-lainnya yang menggunakan simbol-simbol untuk ritual inisiasi (Wheeler and Springmeier, 1996).

Akhirul kalam, dengan tulisan ini, saya meminta pembaca untuk menutup mata dan merenungi ayat didalam Al Qur’an Karim dan hadith Rasulullah SAW dibawah ini:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al- Hujurat :6)

عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ

Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman. (HR Muslim)

Semoga para pejabat, aparat, dan Ulama-ulama kita bisa berserah diri kepada Allah secara tulus dan mempertimbangkan sedalam-dalamnya dengan hati yang ikhlas bahwa apapun keputusan mereka akan berimbas kepada ummat pada umumnya, dan bertanyalah kepada diri sendiri:

Apakah kita akan membiarkan Lady Gaga konser di Indonesia…?

Saya menghimbau kepada pembaca untuk melakukan research yang mendalam tentang apa yang telah saya tulis sebagai bahan cross reference terhadap tulisan yang telah saya tulis ini, karena hal ini tidaklah terasa signifikan apabila kita tidak memahaminya secara comprehensive dan empiric.

Mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan dari tulisan saya, mudah-mudahan bisa bermanfaat, insyaallah.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Bibliography

BBC (2009) BBC News: Health, 21 September, [Online], Available: http://news.bbc.co.uk/2/hi/8274773.stm [21 May 2012].

Billboard.com (2012) Billboard Legacy: Lady Gaga chart history, [Online], Available: http://www.billboard.com/charts/social-50#/artist/lady-gaga/chart-history/1003999?sort=position [19 May 2012].

Blagoy, K. (2003) Munich Personal RePEc Archive, May.

Buttaccio, S. (2011) ‘The Power of Subliminal Messaging’, BA Thesis.

CBSNEWS (2009) Negative Subliminal Messages More Effective , 28 September, [Online], Available: http://www.cbsnews.com/8301-503983_162-5346300-503983.html [21 May 2012].

Colwell, R. and Richardson, C. (2002) The New Handbook of Research on Music Teaching and Learning, New York: Oxford University Press.

Dane, D., Johnson, K., Pauli, B., Phillips, N. and Strausz, J. (No Date) The Roots of Subliminal Perception, Michigan: University of Michigan.

detik.com (2012) PPP Tolak Konser Lady Gaga Karena Lirik Lagu Tak Sesuai Budaya Indonesia, 15 May, [Online], Available: http://news.detik.com/read/2012/05/15/150651/1917589/10/ppp-tolak-konser-lady-gaga-karena-lirik-lagu-tak-sesuai-budaya-indonesia [19 May 2012].

Dijksterhuis, A., Aarts, H. and Smith, P.K. (2005) ‘The power of the subliminal: On subliminal persuasion and other potential applications’, in Hassin, R., Uleman, J.S. and Bargh, J.A. The new unconscious, Eds edition, New York: Oxford University Press.

Egermann, H., Kopiez, R. and Reuter, C. (2006) ‘Is there an effect of subliminal messages in music on choice behavior? ‘, Journal of Articles in Support of the Null Hypothesis, vol. 4, no. 2.

Eramuslim.com (2012) Habib Rizieq Sebut Lady Gaga Penyembah Lucifer dan Akan Bubarkan Konsernya, 13 May, [Online], Available: http://www.eramuslim.com/berita/nasional/habib-rizieq-sebut-lady-gaga-penyembah-lucifer-dan-akan-bubarkan-konsernya.htm [19 May 2012].

Greene, E., Heilburn, K., Fortune, W.H. and Nietzel, M.T. (2007) WRIGHTSMAN’S PSYCHOLOGY AND THE LEGAL SYSTEM, 6th edition, Belmont: Thomson Higher Education.

Lavie, N. (2009) ‘UCL Study: subliminal messaging ‘more effective when negative”, Journal Emotion , September.

Lundy, R.R. and Tyler, D.L. (1980) ‘Auditory Subliminal Message System and Method’, 26 November.

McGill, M.A. (2007) the history of subliminal advertising, 22 May, [Online], Available: http://www.helium.com/items/343462-the-history-of-subliminal-advertising [21 May 2012].

Milmo, C. (2009) Power of the hidden message revealed, 28 September, [Online], Available: http://www.independent.co.uk/arts-entertainment/tv/news/power-of-the-hidden-message-revealed-1794256.html [21 May 2012].

New York Times (1990) research probe what the mind senses unaware, 4 August, [Online], Available: http://www.nytimes.com/1990/08/14/science/research-probes-what-the-mind-senses-unaware.html?pagewanted=all&src=pm [21 May 2012].

People.com (2012) Celebrity Central/Top 25 Celebs: Lady Gaga, [Online], Available: http://www.people.com/people/lady_gaga/biography/0,00.html [19 May 2012].

Tempo (2012) PKS Dukung Polisi Larang Konser Lady Gaga, 15 May, [Online], Available: http://www.tempo.co/read/news/2012/05/15/112404104/PKS-Dukung-Polisi-Larang-Konser-Lady-Gaga [19 May 2012].

Vernon, D. (2009) Human Potential: Exploring Techniques Used to Enhance Human Performance, New York: Psychology Press.

Wellcome Trust (2009) Science News, 28 September, [Online], Available: http://www.sciencedaily.com/releases/2009/09/090928095343.htm [21 May 2012].

Wheeler, C. and Springmeier, F. (1996) The Illuminati Formula Used to Create an Undetectable Total Mind Controlled Slave, Springmeier & Wheeler.