Benarkah Lady Gaga tidak berbahaya bila dibiarkan konser di Indonesia?

Benarkah Lady Gaga tidak berbahaya bila dibiarkan konser?

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Wr Wb

Beberapa hari ini kita dikerubuti oleh mass media tentang penolakan Lady Gaga oleh beberapa ormas Islam di Indonesia, yang salah satunya adalah MUI dan didukung oleh Polda Metro Jaya dan Polda Jabar dan sekitarnya. Baik yang berdemo secara damai maupun yang sampai mengancam akan membubarkan, semuanya khawatir akan kemerosotan moral dan ahlak masyarakat Indonesia, khususnya ummat Islam dengan kedatangan Lady Gaga ini. Dari media cetak offline maupun online sampai dengan media telekomunikasi seperti televise, mengumandangkan berita terbaru tentang penolakan Lady Gaga. Himbauan pro dan kontra disandingkan bersama dengan substansi informasi yang ingin disampaikan oleh mass media tersebut agar terlihat lebih objective dan tepat sasaran. Dari apa yang sudah diberitakan, penolakan Lady Gaga oleh Polda Metro Jaya dan beberapa Ormas Islam tersebut dikarenakan beberapa hal, yaitu:

  1. Tidak sesuai adat ketimuran alias manggung dengan pakaian seksi dan mengumbar aurat (Tempo, 2012)
  2. Penyembah Setan (Luciferian) (Eramuslim.com, 2012)
  3. Lirik lagu yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia (detik.com, 2012)

Sebenarnya apa sih yang melatarbelakangi pihak2 tersebut sampai bisa berasumsi demikian, mungkin ada baiknya kita melihat kronologis karier Lady Gaga dan sedikit bio agar kita lebih mengenal apa yang kita diskusikan ini.

Awal tahun 2000an:

Artis yang aslinya bernama Stefani Joanne Angelina Germanotta memulai keseriusannya dalam dunia permusikan dengan dilatih oleh pelatih vokal Christina Aguilera sewaktu SMA.

Tahun 2005:

Tamat dari SMA, Stefani melanjutkan ke NYU (New York University) tetapi hanya dalam kurun waktu 1thn, Stefani memutuskan untuk keluar dari University karena ingin berkarir musik secara full time. Awal karirnya dimulai dengan menyanyi dari bar ke bar sambil mendesain outfitnya sendiri secara unik.

Tahun 2008:

Tahun pertama keemasan debut Lady Gaga dengan albumnya “Fame.” No 1 dalam tangga lagu Billboard’s Hot 100 List dengan lirik2nya yang mengandung hal-hal yang berbau: sex, pornography, art, fame, obsession, drugs, and alcohol. Aliran musik yang menjadi pilihan adalah pop-elektro.

Tahun 2009:

Ditambah dengan Pants-less signature stylenya, Lady Gaga semakin diminati oleh penggemar-penggemarnya. “Bukan berarti aku tidak suka memakai celana panjang, tetapi aku memilih untuk tidak memakainya sewaktu-waktu.” Lagu-lagunya semakin popular dan Lady Gaga menjadi artis ketiga sepanjang sejarah karena mencetak 3 hit sekaligus dalam album debutnya.

Tahun 2010:

Mendapat Grammy award dalam kategori “Best dance recording and best electronic/dance album.” Lagunya yang menjadi hit adalah “Bad Romance.” Lagu itulah yang menjadi fenomenal akan pecahnya rekor di MTV Music Awards dengan mendapatkan 8 trophy dari 12 nominasi yang ada.

Tahun 2011:

Semakin menjulang namanya, Lady Gaga mendapatkan tiga award lagi dari Grammy Awards karena keberhasilan lagu “Bad Romance” ditahun sebelumnya. Tahun ini juga Lady Gaga mencetak rekor hit no 1 lagi ditangga lagu Billboard dengan album “Born This Way.”

Tahun 2012:

Membuka yayasan “Born This Way” untuk membantu individual-individual diseluruh dunia agar bisa lebih produktif. Yayasan ini juga aktif membantu secara sosial korban-korban hasil “bully” atau kekerasan disekolah atau sosial tertentu.

Biography of Lady Gaga by (People.com, 2012)

Rekor yang impresif menurut saya hanya dalam waktu kurang dari 4tahun bisa begitu fenomenal dalam menancapkan kukunya di industry permusikan dunia. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat sama-sama historical chart untuk lagu-lagu Lady Gaga di Billboard.

Billboard Legacy

Made the Top Artists of the Year Chart in: 2011, 2010, 2009

Made the Billboard 200 Albums of the Year Chart in: 2011, 2010, 2009

Source: (Billboard.com, 2012)

Sudah kita ketahui secara umum bahwa berkarier dalam industri musik, apalagi di Amerika sangatlah sulit. Tetapi kita dapati bahwa Lady Gaga hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 tahun, wanita kelahiran 28 Maret, 1986 itu menjadi no 1 di tangga lagu Billboard. Apakah yang menjadi faktor kesuksesan Lady Gaga tersebut? Apakah gaya yang unik, ataukah lirik yang secara alam bawah sadar menghipnotis fansnya untuk fanatik terhadap Lady Gaga. Wallahu a’lam, tetapi disini saya mencoba secara ilmiah membuka tabir yang membuat Lady Gaga popular dan seharusnya menjadi faktor “utama” dalam penolakan Lady gaga.

Lady Gaga dalam lirik-lirik lagunya kental sekali dengan term-term negative, seperti sex, drugs, violence, alcohol, dan bahkan homosexuality and religiously insults. Dalam lagu “Bad Romance” sangat kental dengan pengabdian berlebihan tentang love, dan bahkan dalam lirik lagunya terbaru “Judas”, Lady Gaga mencintai Judas walaupun dalam keyakinan ummat Nasrani Judas adalah pengkhianat.

Tidak hanya lirik dan kostum Lady Gaga yang tidak senonoh, ada pesan-pesan tersembunyi dari lagu-lagu Lady Gaga yang mengisyaratkan tentang organisasi Freemasonry “Illuminati”. Itu terlihat dari simbol-simbol yang digunakan sepanjang video klip dan juga “subliminal message” yang terdapat apabila lagu-lagu Lady Gaga di reverse playback-kan.

Video-video Klip Lady Gaga yang sangat kental unsur-unsur Illuminati:

“Judas”

Analisa dari segi Video Klip (Illuminati Symbols)

http://www.youtube.com/watch?v=ITZTJyqvnC0

Analisa dari segi Backmasking

http://www.youtube.com/watch?v=kTfPglXHYv4

“Born This Way”

Analisa dari segi Video Klip (Illuminati Symbols)

http://www.youtube.com/watch?v=WOdPjAti-9c

Analisa dari segi Backmasking

http://www.youtube.com/watch?v=UkT8Utx7akc&feature=related

“Bad Romance”

Analisa dari segi Video Klip (Illuminati Symbols)

http://www.youtube.com/watch?v=JWiHOH8MWl0

http://www.youtube.com/watch?v=htZW9G28yAY&feature=related

Analisa dari segi Backmasking

Tidak ada

“Alejandro”

Analisa dari segi Video Klip (Illuminati Symbols)

http://www.youtube.com/watch?v=Ym1FRTLNppw&feature=related

Analisa dari segi Backmasking

Tidak ada

“Paparazzi”

Analisa dari segi Video Klip (Illuminati Symbols)

http://www.youtube.com/watch?v=T675LOA0N48

Analisa dari segi Backmasking

http://www.youtube.com/watch?v=TyZNj93CmhQ

Summary:

http://www.youtube.com/watch?v=CplS_O0A-KQ&feature=related&skipcontrinter=1

Apa yang bisa didapatkan dari beberapa lagu ini adalah:

– Simbol-simbol:

  • The all Seing Eye
  • 666
  • Baphomet (Freemasonry God of universalism of religion)
  • Illuminati’s hand symbol
  • The one eye
  • Other Freemasonry Symbols

– Pesan-pesan tersembunyi:

  • Ajakan mengikuti Lucifer
  • Ajakan menyembah setan/Lucifer
  • Ajakan untuk nge-sex
  • Dan hal-hal negative lainnya

Nah kalau udah seperti ini, pasti ada yang bilang “paranoid” atau “Conspiracy Theorist banget sih, kan Lady Gaga hanya mau nyanyi, apalagi hanya dua jam saja, kan tidak ada effectnya ke kita..”

Sayangnya, hal itu tidaklah berlaku demikian. Apa yang Lady Gaga sumbang dalam musiknya itu adalah cara Illuminati’s Mind Control yang secara tidak langsung dan perlahan namun pasti, dapat mempengaruhi alam bawah sadar manusia dengan pesan-pesan satanicnya.

Apa itu Subliminal Message dan Pengaruhnya kepada Manusia

Sebelumnya mungkin kita berangkat dari apa itu subliminal perception dari segi psikologi manusia. Dijksterhuis et al. (2005) mengatakan bahwa adanya sebuah sesuatu atau subject yang dijadikan stimulan memasuki alam bawah sadar manusia. Apabila substansi dari sebuah subject melebihi parameter alam pikiran manusia maka dianggap persepsi dialam kesadaran manusia, tetapi apabila subject yang diberikan tidak disadari, maka itu yang disebut subliminal perception. Subject yang dijadikan stimulus dibawah alam bawah sadar manusia tersebut bisa berupa kata-kata, suara, dan visualisasi atau video (Blagoy, 2003). Subliminal message tersebut diwakili oleh stimulus atau subject yang bisa jadi tidak disadari oleh alam pikiran manusia tetapi disadari oleh alam bawah sadar manusia itu sendiri (Egerman et al., 2006). Dalam hal ini subliminal message seringkali berupa gambar yang ditampilkan berkali dalam waktu singkat sehingga sulit untuk di sadari oleh alam pikiran manusia dan/atau sebuah pesan dalam kata-kata yang dimasukkan kedalam lagu dari sebuah musik, yang diasumsikan menjadi subliminal perception oleh alam bawah sadar manusia.

Subliminal message populer di Amerika pada tahun 1957 sewaktu adanya kekhawatiran oleh publik dan legislatif akan adanya peningkatan signifikan terhadap penjualan produk “Coca Cola™” dan popcorn pada umumnya. Hal ini setelah diselidiki ternyata diawali oleh adanya ucapan sangat singkat, yaitu “Drink Coca Cola” dan “Eat Popcorn”, dalam iklan-iklan produk tersebut (Dane, et al., n.d.). Tidak jera, para produsen masih memakai metode subliminal message dalam iklan minuman “Gilbey Gin”; kata-kata “SEX” ditempatkan dalam es batu digelas sewaktu iklan produk minuman tersebut (McGill, 2007). Kekhawatiran ini akhirnya direspon positif oleh pemerintah Amerika, dan disahkan pada tahun 1974, FCC (Federal Communication Commission) Komisi Komunikasi Federal yang berwenang dalam mengatur komunikasi dalam media Radio, Televisi, Wire, Satellite dan Cable; FCC melarang semua penggunaan subliminal message di semua metode promosi dan periklanan (advertisement). Pelarangan ini diakibatkan oleh banyaknya komplain dan pernyataan publik bahwa subliminal message baik berefek maupun tidak, harus dilarang karena membohongi publik akan adanya hidden message (Dane, et al., n.d.)( (Blagoy, 2003).

Pengaruh dari Subliminal Message

Sejak tahun 1957 tersebut, banyak para researcher mencoba melakukan penelitian akan efek dari subliminal message terhadap manusia secara ilmiah. Dr. Greenwald melakukan eksperiment riset secara ilmiah untuk mengetahui apakah manusia menyadari adanya pesan-pesan tersembunyi dari subliminal message, dan hasilnya secara ilmiah membuktikan bahwa manusia dapat dimasuki suatu informasi tanpa disadari oleh manusia tersebut. Hal ini diamini juga oleh Dr. Howard Shevrin bahwa ia penemuan ilmiahnya menemukan bahwa subliminal message mempunyai kekuatan yang sangat kuat dan terbukti dalam mental manusia ( (New York Times, 1990). Walaupun terdapat pro dan kontra terhadap efek subliminal message terhadap manusia, Dr. Shevrin dalam kasus yang terkenal pada tahun 1990, The Judas Priest Trial, mengatakan bahwa efek dari lirik lagu dari band tersebut mempengaruhi kedua remaja, James Vance dan Ray Belknap, untuk melakukan aksi bunuh diri (Greene et al., 2007) (Egermann, Kopiez and Reuter, 2006). Eksperimen secara ilmiah melibatkan 20 orang, Laki-laki dan perempuan masing-masing 10 orang, untuk ditunjukkan beberapa flash card didalam komputer menggunakan software Mini Tab secara cepat. Dalam eksperiment tersebut beberapa flash card pergantiannya lebih cepat jauh daripada yang lain. Dengan metode ANOVA dan margin of error <; 1% atau 99% efektif, ditemukan bahwa mayoritas dari responden menyadari adanya pesan yang terdapat diflash card tersebut (Buttaccio, 2011). Eksperimen lain dilakukan oleh Egermann et al. (2006) yang melibatkan 148 sample responden sebanyak 3 eksperimen berbeda. Hasil dari eksperimen tersebut ditemukan bahwa tidak terdapat efek signifikan dalam “jangka pendek.”

Secara ilmiah bisa diasumsikan bahwa “walaupun” tidak ada keterkaitan secara pasti akan efek dari subliminal message terhadap manusia, tetapi hal demikian masih secara umum dan bersifat jangka pendek. Oleh karena itu saya menghimbau para pembaca untuk melihat secara faktual hasil-hasil penelitian ilmiah tentang efek dari subliminal message dengan kata-kata berkonotasi negatif didalam lirik musik, seperti yang bisa kita temukan dengan teknik Backmasking dalam lagu-lagu Lady Gaga, Rihanna, Justin Bieber, dll; Colwell dan Richardson (2002) dalam studinya menemukan bahwa dengan mendengarkan musik-musik berlirik negatif seperti delinquency, sex attitudes and attitudes toward violence, para remaja menjadi sangat “PERMISIF” (toleran) dalam hal-hal yang berbau delinquency, sex and violence. Musik yang diulang berkali-kali dalam kehidupan sehari-hari diyakini dapat menimbulkan “rasa kepercayaan diri” berlebih sesuai dengan tipe musik dan lirik yang didengarkannya (Vernon, 2009). Terlebih lagi bahwa memang metode subliminal message dalam audio sudah dipatenkan dengan itikad untuk menyediakan suara didalam lagu atau suara lainnya yang bisa diterima oleh alam bawah sadar manusia yang disamarkan dalam lagu atau suara originalnya (Lundy and Tyler, 1980).

Bila kita kembali kepada lirik-lirik yang ditemukan dalam lagu-lagu Lady Gaga, Rihanna, dan banyak artis Amerika lainnya, kita akan temukan bahwa tidak saja lirik original lagunya berbau sex, religious insult, homosexuality, violence, dan alcohol; tetapi setelah direversed akan ditemukan hal-hal yang sangat menyeramkan, dimana banyak ajakan-ajakan untuk “self esteem” walaupun lirik originalnya adalah homosexual, menghina ajaran-ajaran agama monotheistic dimana Rihanna dalam lagu “Umbrella” ternyata mengumandangkan tidak adanya “Allah” “Eli” yang semuanya berkonotasi Tuhan dan Rabb. Studi lebih lanjut ditemukan bahwa manusia dan remaja pada umumnya sangat terpengaruhi oleh adanya subliminal message yang berkonotasi negatif. Dimana pada studi-studi sebelumnya yang tidak mengkhususkan eksperimen kepada hal-hal yang berkonotasi negatif, sehingga masih terjadinya pro dan kontra antara hasil penemuan-penemuan ilmiah. Tetapi para ilmuwan di University College London menemukan bahwa kata-kata berkonotasi negatif membawa efek yang SANGAT SIGNIFIKAN dan SANGAT CEPAT hasilnya apabila diberikan kepada manusia lewat metode subliminal message yang sering banyak terjadi di musik-musik masa kini (BBC, CBSNEWS, Lavie, Milmo and Wellcome Trust, 2009). Dan apabila ditambah dengan subliminal message simbol-simbol organisasi rahasia “Illuminati”, maka bolehlah kita berasumsi bahwa artis-artis seperti ini sedang menjadi agen Illuminati dalam menerapkan “Mind Control Method” secara tersembunyi. Cara-cara ini sangat sering dipakai oleh agen-agen Illuminati untuk menghipnotis kebanyakan populasi dunia. Musik dan symbol seringkali digunakan Illuminati untuk memprogram “budak-budak.” Hal ini bisa diketahui dan ditemukan dalam berbagai ritual yang disamarkan melalui musik video klip, konser, dan lain-lainnya yang menggunakan simbol-simbol untuk ritual inisiasi (Wheeler and Springmeier, 1996).

Akhirul kalam, dengan tulisan ini, saya meminta pembaca untuk menutup mata dan merenungi ayat didalam Al Qur’an Karim dan hadith Rasulullah SAW dibawah ini:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al- Hujurat :6)

عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ

Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman. (HR Muslim)

Semoga para pejabat, aparat, dan Ulama-ulama kita bisa berserah diri kepada Allah secara tulus dan mempertimbangkan sedalam-dalamnya dengan hati yang ikhlas bahwa apapun keputusan mereka akan berimbas kepada ummat pada umumnya, dan bertanyalah kepada diri sendiri:

Apakah kita akan membiarkan Lady Gaga konser di Indonesia…?

Saya menghimbau kepada pembaca untuk melakukan research yang mendalam tentang apa yang telah saya tulis sebagai bahan cross reference terhadap tulisan yang telah saya tulis ini, karena hal ini tidaklah terasa signifikan apabila kita tidak memahaminya secara comprehensive dan empiric.

Mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan dari tulisan saya, mudah-mudahan bisa bermanfaat, insyaallah.

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Bibliography

BBC (2009) BBC News: Health, 21 September, [Online], Available: http://news.bbc.co.uk/2/hi/8274773.stm [21 May 2012].

Billboard.com (2012) Billboard Legacy: Lady Gaga chart history, [Online], Available: http://www.billboard.com/charts/social-50#/artist/lady-gaga/chart-history/1003999?sort=position [19 May 2012].

Blagoy, K. (2003) Munich Personal RePEc Archive, May.

Buttaccio, S. (2011) ‘The Power of Subliminal Messaging’, BA Thesis.

CBSNEWS (2009) Negative Subliminal Messages More Effective , 28 September, [Online], Available: http://www.cbsnews.com/8301-503983_162-5346300-503983.html [21 May 2012].

Colwell, R. and Richardson, C. (2002) The New Handbook of Research on Music Teaching and Learning, New York: Oxford University Press.

Dane, D., Johnson, K., Pauli, B., Phillips, N. and Strausz, J. (No Date) The Roots of Subliminal Perception, Michigan: University of Michigan.

detik.com (2012) PPP Tolak Konser Lady Gaga Karena Lirik Lagu Tak Sesuai Budaya Indonesia, 15 May, [Online], Available: http://news.detik.com/read/2012/05/15/150651/1917589/10/ppp-tolak-konser-lady-gaga-karena-lirik-lagu-tak-sesuai-budaya-indonesia [19 May 2012].

Dijksterhuis, A., Aarts, H. and Smith, P.K. (2005) ‘The power of the subliminal: On subliminal persuasion and other potential applications’, in Hassin, R., Uleman, J.S. and Bargh, J.A. The new unconscious, Eds edition, New York: Oxford University Press.

Egermann, H., Kopiez, R. and Reuter, C. (2006) ‘Is there an effect of subliminal messages in music on choice behavior? ‘, Journal of Articles in Support of the Null Hypothesis, vol. 4, no. 2.

Eramuslim.com (2012) Habib Rizieq Sebut Lady Gaga Penyembah Lucifer dan Akan Bubarkan Konsernya, 13 May, [Online], Available: http://www.eramuslim.com/berita/nasional/habib-rizieq-sebut-lady-gaga-penyembah-lucifer-dan-akan-bubarkan-konsernya.htm [19 May 2012].

Greene, E., Heilburn, K., Fortune, W.H. and Nietzel, M.T. (2007) WRIGHTSMAN’S PSYCHOLOGY AND THE LEGAL SYSTEM, 6th edition, Belmont: Thomson Higher Education.

Lavie, N. (2009) ‘UCL Study: subliminal messaging ‘more effective when negative”, Journal Emotion , September.

Lundy, R.R. and Tyler, D.L. (1980) ‘Auditory Subliminal Message System and Method’, 26 November.

McGill, M.A. (2007) the history of subliminal advertising, 22 May, [Online], Available: http://www.helium.com/items/343462-the-history-of-subliminal-advertising [21 May 2012].

Milmo, C. (2009) Power of the hidden message revealed, 28 September, [Online], Available: http://www.independent.co.uk/arts-entertainment/tv/news/power-of-the-hidden-message-revealed-1794256.html [21 May 2012].

New York Times (1990) research probe what the mind senses unaware, 4 August, [Online], Available: http://www.nytimes.com/1990/08/14/science/research-probes-what-the-mind-senses-unaware.html?pagewanted=all&src=pm [21 May 2012].

People.com (2012) Celebrity Central/Top 25 Celebs: Lady Gaga, [Online], Available: http://www.people.com/people/lady_gaga/biography/0,00.html [19 May 2012].

Tempo (2012) PKS Dukung Polisi Larang Konser Lady Gaga, 15 May, [Online], Available: http://www.tempo.co/read/news/2012/05/15/112404104/PKS-Dukung-Polisi-Larang-Konser-Lady-Gaga [19 May 2012].

Vernon, D. (2009) Human Potential: Exploring Techniques Used to Enhance Human Performance, New York: Psychology Press.

Wellcome Trust (2009) Science News, 28 September, [Online], Available: http://www.sciencedaily.com/releases/2009/09/090928095343.htm [21 May 2012].

Wheeler, C. and Springmeier, F. (1996) The Illuminati Formula Used to Create an Undetectable Total Mind Controlled Slave, Springmeier & Wheeler.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s