Adab Menasihati Dalam Islam

0

Adab menasihati

Bismillah wa alhamdulillah, shalatu wassallam ‘ala asrofil anbiya wal mursalin, nabiyyina muhammad shallallahu ‘alaihi wassallam

Kekhilafan dalam kehidupan sehari-hari adalah hal yang wajar, bukanlah manusia bila tidak khilaf, karena kita ini manusia yang dhaif (lemah)..yang pasti ada salahnya, ada kekurangannya dan ada ketidakmampuannya

Apakah itu diri kita, teman kita, keluarga kita, bahkan guru kita. Namun apakah kita akan mendiamkan mereka berbuat khilaf? Tidak bukan, krn selain perintah dr Allah, kita jg mempunyai rasa sedih akan sesama Muslim..tidak sedih kah karib kerabat kita berbuat maksiat yg mendzalimi diri mereka sendiri..

Tetapi pertanyaannya disini, apakah kita akan menasihati mereka? Bagaimanakah caranya yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam? Karena bagaimanapun kita patut mengingat bahwa Allah lah satu2nya Dzat yg faham mahluk yg diciptakanNya, sehingga hanya melalui risalah Nya yg diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam lah yg pastinya tokcer..

Agama ini adalah nasihat

عَنْ أَبِيْ رُقَيَّةَ تَمِيْمِ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ
الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ، الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ
قَالُوْا : لِمَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟
قَالأَ : لِلَّهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُوْلِهِ، وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ
أَوْ لِلمُؤْمِنِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ
Dari Abi Ruqayyah, Tamim bin Aus ad-Dâri radhiyallâhu’anhu,
dari Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bahwasanya beliau bersabda:
“Agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat”.
Mereka (para sahabat) bertanya, ”Untuk siapa, wahai Rasûlullâh?”
Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam menjawab,
”Untuk Allâh, Kitab-Nya, Rasul-Nya, Imam kaum Muslimin atau Mukminin,
dan bagi kaum Muslimin pada umumnya.”(HR Muslim)

Kata “nasihat” berasal dari bahasa Arab. Diambil dari kata kerja “nashaha” (نَصَحَ), yang maknanya “khalasha” (خَلَصَ). Yaitu murni serta bersih dari segala kotoran. Bisa juga bermakna “khâtha” (خَاطَ), yaitu menjahit. [Lisânul-Arab (XIV/158-159)

Imam al-Khaththabi rahimahullâh menjelaskan arti kata “nashaha”, sebagaimana dinukil oleh Imam an- Nawawi rahimahullâh :
“Dikatakan bahwa “nashaha” diambil dari “nashahar-rajulu tsaubahu” (نَصَحَ الرَّجُلُ ثَوْبَهُ) apabila dia menjahitnya. Maka mereka mengumpamakan perbuatan penasihat yang selalu menginginkan kebaikan orang yang dinasihatinya, dengan usaha seseorang memperbaiki pakaiannya yang robek.”(Syarh Shahih Muslim, An Nawawi)

“Nasihat hukumnya ada dua. Yang pertama wajib, dan yang kedua sunnah. Adapun nasihat yang wajib untuk Allâh. Yaitu perhatian yang sangat dari pemberi nasihat untuk mengikuti semua yang Allâh cintai, dengan melaksanakan kewajiban, dan dengan menjauhi semua yang Allâh haramkan. Sedangkan nasihat yang sunnah, adalah dengan mendahulukan perbuatan yang dicintai Allâh daripada perbuatan yang dicintai oleh dirinya sendiri. Yang demikian itu, bila dua hal dihadapkan pada diri seseorang, yang pertama untuk kepentingan dirinya sendiri dan yang lain untuk Rabb-nya, maka dia memulai mengerjakan sesuatu untuk Rabb-nya terlebih dahulu dan menunda semua yang diperuntukkan bagi dirinya sendiri.”

Beberapa adab dalam menasihati:

1. Berniat baik dan Ikhlas lillahi ta’ala
Memberikan nasihat hanya mengharapkan ridha Allah
–> bukan krn ingin dipuji ingin terkenal dllnya

2. Tidak mencelanya dan tidak mencari kesalahan2nya
–> kita Muslim hanya WAJIB melihat dr yg Zahir (terlihat) saja
Kalau Zahirnya seseorang itu suka mengumpat, caci maki, ya itulah Zahirnya.

Abdullah bin Umar RA menyampaikan hadits yang sama, ia berkata, “suatu hari Rasulullah SAW naik ke atas mimbar, lalu menyeru dengan suara yang tinggi: “Wahai sekalian orang yang mengaku berislam dengan lisannya dan iman itu belum sampai ke dalam hatinya. Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, janganlah menjelekkan mereka, jangan mencari cari aurat mereka. Karena orang yang suka mencari cari aurat saudaranya sesama muslim, Allah akan mencari cari auratnya. Dan siapa yang dicari cari auratnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walau ia berada di tengah tempat tinggalnya.”” (HR. At Tirmidzi no. 2032, HR. Ahmad 4/420. 421, 424 dan Abu Dawud no. 4880. Hadits shahih)

Kita simak perkataan ulama berikut, “Aku tidak pernah menyesali apa yang tidak aku ucapkan, namun aku sering sekali menyesali perkataan yang aku ucapkan. Ketahuilah, lisan yang nista lebih membahayakan pemiliknya daripada membahayakan orang lain yang menjadi korbannya” (mengutip perkataan, Dr. Aidh Bin Abdullah Al-Qarni, MA.).

3. Jangan menghibahnya
Tahukah kalian apa itu ghibah?” Jawab para sahabat: “Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Maka kata Nabi SAW: “Engkau membicarakan saudaramu tentang apa yang tidak disukainya.” Kata para sahabat: “Bagaimana jika pada diri saudara kami itu benar ada hal yang dibicarakan itu?” Jawab Nabi SAW: “Jika apa yang kamu bicarakan benar-benar ada padanya maka kamu telah mengghibah-nya, dan jika apa yang kamu bicarakan tidak ada padanya maka kamu telah membuat kedustaan atasnya.”(HR Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935)

4. Lemah lembut

Allah SWT berfirman: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka.” (Qs Ali lmran:3:159).

Firman Allah SWT. ”Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Firaun) dengan kata-kata yang lembut,
mudah-mudahan dia sadar atau
takut.” (QS Thaha:44).
—> Kalau sama Fir’aun yg sudah mengatakan ana rabbukum a’la (akulah tuhan kamu yang maha Tinggi) saja Nabi Musa Alaihissallam WAJIB lembut, apalagi dg sesama Muslim??

Lihat lah amaran (warning) dari Rasulullah Shallalallahu ‘alaihi wassallam berikut ini…

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda: “Siapa yang terhalang dari sifat lemah lembut, maka ia terhalang dari kebaikan” (Hr. Muslim).

“Sesungguhnya kelemahlembutan tidaklah berada dalam sesuatu kecuali menghiasinya. Dan tidaklah terpisah dari sesuatu kecuali ia perburuk.” (HR. Muslim)

Kita simak perkataan ulama berikut, “Aku tidak pernah menyesali apa yang tidak aku ucapkan, namun aku sering sekali menyesali perkataan yang aku ucapkan. Ketahuilah, lisan yang nista lebih membahayakan pemiliknya daripada membahayakan orang lain yang menjadi korbannya” (mengutip perkataan, Dr. Aidh Bin Abdullah Al-Qarni, MA.).

Coba kita tafakkuri hari ini…

Sbelum kita berinteraksi dg mahluq Allah lainnya

Sudahkah kita bersikap lemah lembut? Apalagi dg sesama Muslim..

4. Mengerjakan apa yg dinasihati

”Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (Itu) sangatlah
dibenci di sisi Allah jika kamu
mengatakan apa-apa yang tidak
kamu kerjakan.” (QS ash Shaff: 2-3).

5. Secara sembunyi2

Jagalah hati dan perasaannya sewaktu menasehati, karena siapapun tidak ingin dikritik/dinasehati didepan umum

Imam Abu Hatim bin Hibban Al Busti rahimahumullahberkata: “Namun nasehat tidaklah wajib diberikan kecuali dengan cara rahasia. Karena orang yang menasehati saudaranya secara terang-terangan pada sejatinya ia telah memperburuknya (keadaan penerima nasehat). Barangsiapa yang memberinasehat secara rahasia, maka dia telah menghiasinya. Maka menyampaikan sesuatu kepada seseorang muslim dengan cara menghiasinya, lebih utama daripada bermaksud untuk memburukkannya”. (Raudhatul Uqala’, hlm 196)

Nasihat diberikan secara rahasia, sedangkan celaan disampaikan secara terang-terangan. Fudhail bin ‘Iyadh rahimahumullah berkata: “Seorang mukmin menjaga rahasia dan memberi nasihat. Seorang fajir membongkar rahasia dan mencela”.(Al Farqu Baynan Nashiah Wat Ta’yir)

Perkataan Fudhail bin Iyad dibenarkan dan diperkuat oleh perkataan Ibnu Rajab:

“Apa yang diucapkan oleh Fudhail ini merupakan tanda-tanda nasihat. Sesungguhnya nasihat digandeng dengan rahasia. Sedangkan celaan digandeng dengan terang-terangan.” (Al Farqu Baynan Nashiah Wat Ta’yir)

6. Moment yang tepat

Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata:

“Hati itu memiliki rasa suka dan keterbukaan. Hati juga memiliki kemalasan dan penolakan. Maka raihlah ketika ia suka dan menerima. Dan tinggalkanlah ia ketika ia malas dan menolak.” (Al –Adab Asy-Syar’iyyah, karya Ibnu Muflih)

7. Sabar dalam menasehati

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

Dan PERINTAHKANLAH kepada keluargamu mendirikan shalat dan BERSABARLAH kamu dalam mengerjakannya.

(Thaa-Haa: 132)

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. al-’Ashr: 3).

Wallahu a’lam
Hadiah bagi pembaca: silahkan didownload buku tentang adab oleh Dr. Adian Husaini di sini ^^

Khitan Wanita

0

Khitan Wanita

bismillah walhamdulillah washalatu wasallam ‘ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wa ba’ad

Khitan Wanita, terlepas dari khilafiyah para ulama, apakah itu wajib atau sunnah, semuanya mempunyai hujjah (argumentatif) syar’i yang baik, dan disepakati sebagai salah satu syariat dalam Islam

kaidah dalam perintah ‘aam (umum) dan khusus dalam laki2 dan wanita adalah: hukum asal perintah bagi laki-laki dan wanita adalah sama sampai ada dalil yang mengkhususkannya

hal ini berdasarkan hadith Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam yang berbunyi, “Wanita itu saudara kandung laki-laki.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi, dg sanad hasan)

oleh karenanya, dalam hukum khitan itu sendiri, terdapat adanya pengkhususan perintah baik yg kepada laki2, dan juga wanita. berikut adalah hadith yg menjadi syariatnya khitan wanita

“Apabila engkau mengkhitan wanita potonglah sedikit, dan janganlah berlebihan (dalam memotong bagian yang dikhitan), karena itu lebih bisa membuat ceria wajah dan lebih menyenangkan (memberi semangat) bagi suami.”

(HR Abu Daud & Hakim, dg sanad shahih)

sebagai umat Islam yang berkeyakinan dan beriman kepada Allah SWT, apabila datang suatu syariat, ketahuilah, bahwa syariat datang hanya untuk kemaslahatan dunia dan akhirat

sangat mungkin bagi syariat yang bereratan dengan dunia science itu belum dapat dibuktikan kebenaran dan kemaslahatannya pada masa sekian, namun terbukti kebenarannya di masa mendatang, contohnya adalah hadith lalat

bisa jadi saat zaman dahulu suatu syariat dianggap bertentangan dengan ilmu pengetahuan saat itu, namun menjadi keniscayaan dan kemaslahatan di masa mendatang, contohnya adalah khitan bagi laki2

dan barometer syariat Islam adalah iman, bukan penelitian empirik

kita meyakini kebenaran dan kemaslahatan dtang dari yang al Haq (Maha Benar), terlepas apapun yg ada dan beredar di sekitaran kita

itulah sikap Mu’min dalam menyikapi syariat Islam disetiap zaman

WHO membagi definisi sunat perempuan secara istilah menjadi tiga

Pemotongan alat kelamin wanita (Female genitale cutting), Mutliasi alat kelamin wanita (Female genitale mutilation) dan sunat perempuan (female circumssion)

yang dilarang adalah Female gentatle mutilation, yg sering dipraktekkan di daerah2 Afrika sana, yang bertujuan untuk mematikan atau meniadakan syahwat birahi di wanita, agar tidak dapat berselingkuh…

kemudian mengenai Female circumcission, WHO membagi definisi nya menjadi 4, yaitu memotong seluruh bagian klitoris, memotong sebagian klitoris, menjahit atau menyempitkan mulut vagina (infibulasi) dan menindik, menggores jaringan disekitar lubang vagina, atau memasukkan sesuatu kedalam vagina agar terjadi pendarahan.

lalu dimanakah sebenarnya letak khitan wanita dalam Islam ini?

sesuai dengan hadith sebelumnya, khitan wanita adalah melakukan suatu tindakan medis dengan mengkhitan/sunat klitoral hood atau kulit penutup klitoris

clitoral hood adalah lipatan kulit yang mengelilingi dan melindungi clitoral glans (batang klitoris). berkembang sebagai bagian dari labia minor

seperti pengetahuan yg sudah mafhum, bahwa khitan wanita bertujuan untuk lebih mengendalikan hawa nafsu, seperti yg dikatakan oleh Syaikhul Islam ibn Taimiyah rahimahullah dalam kitab Fatwanya

dan para ulama lainnya yg juga menyepakati tujuan medis dari khitan wanita, seperti Imam al Mawardi, Ibn al Qayyim al Jauziyyah, Imam an Nawawi, dan imam2 lainnya

namun dari segi medis apakah bermanfaat? seringkali kita temui dari media mainstream, khususnya media feminist, dapat ditemui adanya kejanggalan dan ketidakjujuran dalam membawakan info-info ttg khitan wanita, sehingga seringkali dikatakan khitan wanita tidak berguna, bersifat diskriminatif dan lain sebagainya, dalam konotasi yang bersifat sama yaitu mendiskreditkan syariat Allah

khususnya yang mengatakan bhw khitan pada wanita dapat menyebabkan frigid

Dokter al Ghawaabi mengatakan dalam majalah Liwa al Islam, bahwa khitan wanita dapat mengurangi sensivitas berlebih pada klitoris, yg dpt membantu hubungan pasutri menjadi lebih nyaman

khitan wanita juga dapat mencegah kekejangan pada klitoris

khitan pada wanita juga dapat menghindari stimulasi berlebih pada klitoris yang dapat menyebabkan sakit sewaktu terstimulasi

selain itu, khitan pada wanita dapat menyeimbangkan atau mengendalikan libido yg berlebih pada wanita

kemudian, benefit atau manfaat dari khitan wanita disebutkan oleh dokter kandungan Siti al Banat Khalid, sangat bagus sekali nasihatnya, akan sy kutip disini

“bagi kita Muslim dalam permasalahan khitan wanita ini, diatas segalanya adalah kepatuhan kita kepada Islam, yang mengikuti fitrah dan mengikuti sunnah Rasulullah yang mensyariatkannya. kita mengetahui apapun yang diberikan atau disyariatkan dalam Islam pasti baik dari segala aspek, termasuk dari segi kesehatan, Bila manfaatnya belum terlihat sekarang, itu akan terlihat nanti dimasa depan, seperti yang sudah dibuktikan dalam sunat laki2, yg dimana sudah terbukti bermanfaat…”

manfaat2 khitan wanita oleh dokter Siti, sbb:

mencegah adanya aroma yg tidak menyenangkan

mengurangi kemungkinan adanya infeksi pada saluran kemih

mengurangi kemungkinan adanya infeksi pada sistem reproduksi

dan terakhir, WHO sendiri sebenarnya telah mengumumkan pada khalayak ramai pada tahun 1979 dalam Buku Tradisi yang berimplikasi pada kesehatan wanita dan anak-anak, sbb:

Sehubungan dengan tipe khitan/sunat perempuan yang mencopot/menghilangkan kulup klitoris, yg mirip dengan sunat laki-laki, tidak ada bahaya bagi kesehatan. Demikian, kira2 ulasan ringan tentang khitan wanita

wallahu a’lam, semoga mencerahkan bagi kta semua, insyaallah